الخميس، 05 شباط/فبراير 2026

Tutor PKBM dan Mahasiswa IAI Al-AZIS di Titik Nol Sejarah Indramayu Barat

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

Oleh Maulida Diana (Tutor PKBM Al-Zaytun)

lognews.co.id - Senin sore, 22 Desember 2025, Blok Harendong, Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, menjadi ruang belajar terbuka bagi para pendidik dan akademisi. Peresmian Tugu Titik Nol Kilometer Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Indramayu Barat bukan sekadar seremoni pemerintahan, melainkan peristiwa kewilayahan yang sarat makna pendidikan.

Di antara undangan yang hadir tampak Maulida Diana, Tutor PKBM Al-Zaytun sekaligus mahasiswi IAI Al-Zaytun Indonesia (IAI Al-Azis). Kehadirannya merepresentasikan dua peran strategis: pendidik masyarakat dan insan akademik. Dua identitas ini menuntut kepekaan yang sama yaitu memahami dinamika bangsa, membaca arah daerah, dan terlibat dalam sejarah wilayah tempat berpijak.

Bagi PKBM Al-Zaytun, tutor tidak cukup hanya menguasai metode ajar. Tutor dituntut memahami konteks sosial dan kewilayahan. Pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjelma prinsip kerja: pendidikan harus berakar pada realitas lokal. Karena itu, peresmian Tugu Titik Nol menjadi ruang studi kewilayahan hidup, tempat tutor belajar langsung tentang perjuangan identitas, aspirasi masyarakat, dan arah pembangunan daerah.

indramayu barat 1

foto 1 (Mahasiswa/i dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Humas dan Alumni Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS))

Sebagai mahasiswi IAI Al-Zaytun Indonesia, Maulida Diana juga membawa tanggung jawab akademik. Mahasiswa dituntut peka terhadap lingkungan sosialnya, tidak sekadar mengkaji teori, tetapi membaca proses sejarah yang sedang berlangsung. Indramayu Barat, yang dirancang mencakup 10 kecamatan dan 95 desa dengan luas 987,26 km², adalah laboratorium sosial tentang pemerataan pembangunan dan penguatan identitas lokal.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim, Bupati Indramayu, menegaskan bahwa tugu ini merupakan hasil ikhtiar panjang sejak 2019. Ia menandai kesiapan kolektif menuju daerah otonomi baru, bukan tujuan akhir, melainkan arah perjuangan.

Bagi Maulida Diana, titik nol ini menyatukan peran tutor dan mahasiswa. Ia tidak hanya menyaksikan sejarah, tetapi belajar darinya. Dari sinilah pendidikan menemukan relevansinya: hadir, peka, dan terlibat. Dari titik nol, kesadaran tumbuh dan masa depan wilayah ditata bersama.