السبت، 07 شباط/فبراير 2026

Semburan Lumpur Di Bukit Liman Kupang Dipastikan Bukan Letusan Gunung Api

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, NTT - Semburan lumpur dari kaki Bukit Liman di kawasan Pantai Liman, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Peristiwa tersebut direkam warga dan beredar luas di media sosial sehari kemudian, Selasa (13/1/2026), sehingga memicu spekulasi bahwa Bukit Liman mengalami letusan.

Dari rekaman visual yang beredar, semburan lumpur tampak cukup besar dan menimbulkan kesan adanya aktivitas alam berbahaya di kawasan tersebut. Kondisi ini sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Daerah NTT melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa semburan lumpur tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas gunung api.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa Bukit Liman bukan merupakan gunung api. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan fenomena alam berupa keluarnya lumpur dari dalam tanah.

“Hasil pengecekan di lapangan memastikan bahwa peristiwa tersebut adalah semburan lumpur alami, bukan aktivitas vulkanis. Bukit Liman bukan gunung api, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan laporan lapangan, semburan terjadi pada Senin pagi (12/1/2026) dan berhenti pada keesokan harinya. Endapan lumpur berada di area kosong yang berjarak cukup jauh dari permukiman warga, sehingga tidak menimbulkan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Kabid Humas Polda NTT juga memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan fasilitas akibat kejadian tersebut. Dugaan sementara, semburan dipicu oleh tekanan gas alam dan air tanah di bawah permukaan yang keluar melalui celah tanah.

“Fenomena ini baru pertama kali terjadi di Bukit Liman. Dugaan sementara disebabkan oleh tekanan gas dan air tanah, bukan karena aktivitas gunung api,” katanya.

Untuk mencegah kepanikan lanjutan, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pemantauan lanjutan. Warga diminta menghindari lokasi semburan dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi semburan, tetap waspada, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Polda NTT juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, khususnya terkait peristiwa alam yang belum disertai penjelasan resmi. (Amri-untuk Indonesia)