lognews.co.id, Jakarta – Pemerintah memperkuat langkah menuju swasembada energi nasional melalui pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2029. DEN diharapkan menjadi motor percepatan program ketahanan energi, transisi energi, dan penguatan sektor kelistrikan nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembentukan DEN bertujuan mempercepat pencapaian swasembada energi yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
“Memang ini bagian dari upaya untuk mempercepat proses ke sana,” ujar Prasetyo.
Ia menjelaskan, pengelolaan sektor energi bukan perkara mudah karena pemerintah harus menyeimbangkan berbagai aspek, mulai dari peningkatan lifting minyak, pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), hingga peralihan ke sumber energi alternatif.
Menurut Prasetyo, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi surya karena letak geografisnya di kawasan khatulistiwa. Potensi ini menjadi salah satu fokus kebijakan energi nasional ke depan.
Prasetyo menegaskan DEN diharapkan mampu bekerja optimal dalam mencapai tujuan swasembada energi nasional.
Struktur Dewan Energi Nasional
Prasetyo mengungkapkan, terdapat tujuh menteri yang bertanggung jawab atas urusan energi dalam struktur DEN. Selain itu, klaster pemangku kepentingan terdiri atas delapan orang yang telah disepakati melalui mekanisme di DPR.
Berikut susunan Dewan Energi Nasional yang dilantik:
Ketua Harian:
Bahlil Lahadalia
Anggota unsur pemerintahan:
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Rachmat Pambudy
- Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi
- Menteri Perindustrian, Gumiwang Kartasasmita
- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto
- Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq
Unsur pemangku kepentingan:
- Johni Jonatan Numberi (Akademisi)
- Mohammad Fadhil Hasan (Akademisi)
- Satya Widya Yudha (Industri)
- Sripeni Inten Cahyani (Industri)
- Unggul Priyanto (Teknologi)
- Saleh Abdurrahman (Lingkungan Hidup)
- Muhammad Kholid Syeirazi (Konsumen)
- Surono (Konsumen)
Dalam target jangka pendek, Presiden menetapkan sasaran peningkatan lifting minyak nasional serta mendorong pola konsumsi energi menuju biofuel dan biosolar untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri.
Prasetyo menegaskan sektor energi membutuhkan waktu panjang untuk menyeimbangkan kebutuhan nasional dan produksi dalam negeri. Karena itu, peran DEN dinilai strategis dalam mempercepat pencapaian target energi nasional.
“Itulah yang ingin dipercepat dengan dilantiknya Dewan Energi Nasional ini,” pungkasnya. (Amri-untuk Indonesia)


