الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Presiden Prabowo dan PM Thailand Sepakati Target Perdagangan Bilateral 20 Miliar Dolar AS pada 2030

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul berkomitmen meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara dengan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2030. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Second Leaders' Consultation Indonesia–Thailand  yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan Indonesia dan Thailand. Ia optimistis target perdagangan tersebut dapat diwujudkan melalui implementasi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 yang diadopsi kedua negara dalam kunjungan kenegaraan tersebut.

"Kami optimistis target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," ujar Presiden Prabowo.

Roadmap Perkuat Hubungan Strategis

Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 menjadi pedoman kedua negara dalam memperkuat kerja sama di berbagai sektor. Dokumen tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai pada ASEAN Summit 2026 di Cebu, Filipina, sekaligus memperkuat mekanisme Leaders' Consultation yang telah berjalan sejak 2025.

Melalui roadmap tersebut, Indonesia dan Thailand berkomitmen meningkatkan hubungan bilateral secara lebih terarah dan berkelanjutan.

 Fokus pada Perdagangan dan Investasi

Dalam sektor ekonomi, kedua negara sepakat memperluas investasi dan meningkatkan akses pasar. Sebagai langkah konkret, Indonesia dan Thailand akan membentuk Joint Trade Commission, mekanisme bilateral pertama yang bertugas mengidentifikasi peluang usaha sekaligus mengatasi berbagai hambatan perdagangan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan perdagangan dan investasi antar kedua negara dalam beberapa tahun ke depan.

 Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

Selain perdagangan, Indonesia dan Thailand juga memperluas kerja sama di bidang ketahanan pangan. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi pertanian, sistem logistik, pengolahan pangan, hingga penguatan rantai pasok pangan.

Di sektor energi, kedua negara akan mendorong penyelenggaraan Indonesia–Thailand Energy Forum sebagai wadah memperkuat kerja sama dalam menjaga ketahanan energi.

Sementara itu, kerja sama ekonomi digital dan pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) juga akan diperluas guna meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan dan investasi.

 Industri Halal Jadi Peluang Bersama

Presiden Prabowo menilai Indonesia dan Thailand memiliki keunggulan masing-masing dalam pengembangan industri halal. Karena itu, kedua negara sepakat saling mendukung untuk membangun rantai nilai industri halal, baik di tingkat regional maupun global.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk halal dari kedua negara di pasar internasional.

Thailand Optimistis Hubungan Ekonomi Terus Berkembang

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan optimismenya terhadap masa depan hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand. Menurutnya, kedua negara memiliki potensi besar dengan jumlah pasar yang mencapai sekitar 350 juta penduduk

"Kami sepakat bahwa Thailand dan Indonesia memiliki potensi yang besar, khususnya dalam meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral," ujar Anutin.

 

(Delili untuk Indonesia)