الخميس، 05 شباط/فبراير 2026

Dedikasi Tanpa Batas: Alumni IAI AL-AZIS Pilih Jadi Tutor PKBM Al Zaytun Demi Pendidikan Desa

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

Penulis : Siti Rohmah, S.Pd.I (Tutor PKBM Al Zaytun)

lognews.co.id, Indonesia - Di tengah arus urbanisasi yang menggoda banyak sarjana muda untuk mengejar gemerlap kota besar, Siti Rohmah, S.Pd.I memilih jalan yang berbeda. Sebagai alumni muda IAI Al-Azis, ia membawa ijazahnya kembali ke akar: pendidikan kesetaraan. Ia adalah bukti hidup bahwa dedikasi untuk mengangkat martabat pendidikan desa tidak butuh usia tua, melainkan visi yang melampaui batas wilayah. (10/1/26)

Paradoks Sang Pendidik Muda

Ada sebuah kontradiksi indah dalam sosok Siti Rohmah. Ia adalah lulusan perguruan tinggi Islam di Al Zaytun yang memiliki peluang karier luas, namun ia justru memilih berdiri di depan 11 warga belajar Paket C1/XII PKBM Al Zaytun. Baginya, mengajar Geografi bukan sekadar menghafal nama pulau, melainkan cara ia "menjaga" kedaulatan bangsa dari dalam ruang kelas kesetaraan.

Pada Sabtu (10/01/2026), Siti membuktikan bahwa pendidikan Paket C bukanlah "pilihan kedua", melainkan laboratorium masa depan untuk mencetak arsitek peradaban.

Menyusun 'Puzzle' Indonesia 2045

Sesi pembelajaran Geografi hari itu jauh dari kata membosankan. Mengangkat tema besar "Indonesia Masa Depan Bangsaku", Siti memulai kelas dengan sebuah pemantik imajinasi: perkembangan kota satelit dan proyek strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).

 "Jika saudara-saudara adalah perencana wilayah, seperti apa Indonesia yang kalian cita-citakan di tahun 2045?"

Pertanyaan sederhana itu menyulut api diskusi. Ruang kelas XI seketika riuh dengan ide-ide brilian. Ada warga belajar yang memimpikan kota hijau tanpa polusi, hingga gagasan futuristik tentang desa digital yang mandiri secara ekonomi. Siti tidak hanya mengajar; ia sedang mengajak warga belajarnya melintasi waktu.

Geografi: Senjata bagi Calon Pemimpin

Sesuai dengan kurikulum Modul Geografi Kelas XI, Siti membawa peserta didiknyanya masuk ke kedalaman konsep Tata Ruang. Melalui kerja kelompok, 11 warga belajar ditantang untuk menemukan potensi tersembunyi di sekitar wilayah mereka sendiri untuk dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ia menekankan bahwa memahami tata ruang adalah bekal wajib bagi calon pemimpin. Baik mereka kelak menjadi Gubernur, Bupati, atau pengusaha, pemahaman akan harmoni antara lingkungan dan pembangunan adalah kunci keberlanjutan bangsa.

Sketsa Masa Depan dari Ruang PKBM

Di akhir sesi yang berdurasi 45 menit itu, setiap kelompok mempresentasikan "Sketsa Masa Depan" mereka. Bukan sekadar coretan di atas kertas, tapi sebuah komitmen untuk mewujudkan ruang wilayah yang aman, nyaman, dan produktif.

Siti Rohmah menutup kelas dengan sebuah pesan yang menggetarkan: Masa depan bangsa tidak dimulai dari gedung-gedung tinggi di Jakarta, melainkan dari cara kita menghargai dan mengelola setiap jengkal ruang yang kita tempati hari ini.

Alhamdulillah, kegiatan belajar mengajar terlaksana dengan penuh khidmat. Di tangan tutor muda seperti Siti Rohmah, pendidikan kesetaraan di PKBM Al Zaytun bukan sekadar mengejar ijazah, tapi sedang merancang kejayaan Indonesia. (Amri-untuk Indonesia)

 "Mendidik dan membangun semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah".