Oleh : Umu Mutiah, S.Psi ( Tutor PKBM Al Zaytun)
lognews.co.id - "Pendidikan sejati tidak menunggu masyarakat datang menghampirinya. Pendidikanlah yang harus berani melangkah, mengetuk setiap pintu, menyalakan harapan, dan mengajak setiap orang bertumbuh bersama." Semangat itulah yang terasa begitu kuat dalam kunjungan sosialisasi PKBM Al Zaytun ke Blok Gantar pada Ahad siang, 28 Juni 2026. Bukan sekadar memperkenalkan program pendidikan kesetaraan, kegiatan ini menjadi ikhtiar membangun budaya belajar sepanjang hayat agar tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal karena belum sempat menyelesaikan pendidikan formal.
Bertempat di kediaman Ustadz Mulyadi, kegiatan diawali dengan istighosah yang dipimpin oleh Ibu Rohayati, menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat kesadaran bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari ikhtiar spiritual dalam meningkatkan kualitas kehidupan.
Selanjutnya, Ibu Lilis menyampaikan berbagai program Paguyuban Istri Peduli (PIP) yang sedang dan akan dijalankan. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula perkembangan menggembirakan PKBM Al Zaytun yang hingga kini telah berhasil menuntaskan pendidikan 226 warga belajar yang sebelumnya belum menyelesaikan jenjang sekolah. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nonformal mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin kembali melanjutkan pendidikan.
Memasuki sesi berikutnya, Umi Umutiah M., S.Psi., selaku tutor PKBM Al Zaytun, memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki lembaga tersebut. Ia menjelaskan bahwa PKBM Al Zaytun didukung oleh lingkungan belajar yang nyaman dengan sarana dan prasarana yang memadai. Para tutor memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1), bahkan sebagian telah menyelesaikan pendidikan magister (S2), sementara lembaga dipimpin oleh tenaga pendidik bergelar doktor (S3). Tidak hanya itu, PKBM Al Zaytun juga telah meraih Akreditasi A Unggul, sebagai pengakuan atas mutu penyelenggaraan pendidikan yang memenuhi standar nasional tertinggi, serta berhasil menorehkan berbagai prestasi pada tingkat kabupaten hingga nasional.
Lebih jauh, peserta juga diajak memahami manfaat nyata yang diperoleh ketika menjadi warga belajar PKBM Al Zaytun. Sistem pembelajaran hanya dilaksanakan satu hari dalam sepekan sehingga tidak mengganggu aktivitas bekerja maupun mengurus keluarga. Biaya pendidikan pun sangat terjangkau. Selain memperoleh ijazah kesetaraan, warga belajar juga mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan hidup, kewirausahaan, literasi digital melalui pembelajaran penggunaan telepon pintar dan laptop, hingga kemampuan mengelola rumah tangga dengan lebih baik. Semua itu dirancang agar pendidikan benar-benar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menjelang akhir pemaparannya, Umi Umutiah mengajak seluruh peserta untuk menjadi bagian dari gerakan pendidikan dengan mengundang minimal satu orang tetangga, kerabat, atau teman yang belum menyelesaikan pendidikan agar bergabung di PKBM Al Zaytun. Ajakan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama memperluas manfaat pendidikan kepada masyarakat sekitar.
Penguatan materi kemudian disampaikan oleh Ustadz Mulyadi selaku tuan rumah. Kisah hidupnya menjadi inspirasi tersendiri. Ia merupakan salah satu bukti nyata keberhasilan PKBM Al Zaytun dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berawal sebagai karyawan, ia berhasil menyelesaikan pendidikan melalui PKBM, melanjutkan ke jenjang sarjana, hingga akhirnya dipercaya menjadi guru.
Dalam pemaparannya, Ustadz Mulyadi mengenang gagasan besar Syaykh Al Zaytun yang sejak awal menginginkan seluruh karyawan memiliki pendidikan yang tinggi. Arahan tersebut dijalankan secara konsisten sehingga kini hampir seluruh karyawan beserta keluarganya telah memiliki pendidikan minimal setingkat SMA, bahkan banyak yang berhasil meraih gelar S1, S2, hingga S3. Menurutnya, pendidikan telah mengubah cara berpikir, meningkatkan kemampuan menyelesaikan persoalan hidup, sekaligus memperbaiki taraf ekonomi keluarga.
Suasana semakin hidup ketika Ibu Partinah, warga belajar Paket B, membagikan pengalamannya. Baginya, belajar di PKBM Al Zaytun bukan sekadar mengejar ijazah, tetapi juga menjadi ruang penyegaran jiwa. Ia menikmati suasana belajar bersama teman-teman, memperoleh ilmu baru, dibimbing oleh tutor yang sabar dan menyenangkan, bahkan berkesempatan mengikuti berbagai perlombaan hingga tampil menari pada kegiatan Minizetezo. Yang paling membanggakan, semangat belajarnya kini menjadi teladan bagi anak dan cucunya bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas usia.
Testimoni berikutnya disampaikan oleh alumni PKBM Al Zaytun, Ibu Heriyati. Ia mengaku memperoleh banyak teman, wawasan baru, serta pengalaman berharga selama mengikuti pembelajaran. Menurutnya, kegiatan di PKBM bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menjadi sarana menghilangkan kejenuhan dan membangun semangat hidup yang lebih positif. Karena itulah ia mengajak masyarakat yang belum bergabung untuk segera mendaftarkan diri dan merasakan sendiri manfaat belajar di PKBM Al Zaytun.
Kegiatan pun ditutup dengan tekad bersama untuk terus memperluas jangkauan PKBM Al Zaytun kepada masyarakat sekitar. Semangat yang tumbuh siang itu bukan sekadar ajakan bersekolah kembali, melainkan sebuah gerakan sosial yang meyakini bahwa pendidikan adalah jalan paling mulia untuk mengangkat martabat manusia. Ketika satu orang kembali belajar, sesungguhnya satu keluarga sedang dibangunkan harapannya. Dan ketika masyarakat bergerak bersama memperluas akses pendidikan, masa depan yang lebih cerdas, mandiri, dan sejahtera sedang dibangun, satu langkah demi satu langkah.
Ditulis oleh:
Umi Umutiah M., S.Psi.



