الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Ma'had Al-Zaytun Mendunia Dengan Ekosistem Pendidikan Internasional

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

INDRAMAYU, Lognews.co.id - Presiden Direktur John Anderson Training and Consultant, Mr. Eddy Sudarmadji, ke Ma'had Al Zaytun meninggalkan kesan mendalam. Selama dua hari berada di lingkungan pesantren tersebut, ia mengaku menemukan atmosfer pendidikan yang melampaui ekspektasinya. Bahkan, ia menyebut Al Zaytun sebagai "surga" karena memadukan lingkungan yang indah, sumber daya manusia yang berkualitas, dan kepemimpinan yang visioner.

Dalam wawancara bersama reporter LognewsTV, Mrs. Runi, dengan Mr. Eddy mengungkapkan bahwa keinginannya mengunjungi Al Zaytun telah muncul sejak lama. Nama besar pesantren yang dipimpin Syaykh AS Panji Gumilang telah lama menarik perhatiannya.

"Saya sudah lama mendengar bahwa Al Zaytun adalah sebuah tempat yang besar dengan kepemimpinan Syaykh yang luar biasa. Saya sangat tertarik mengetahui seperti apa Al Zaytun sebenarnya. Setelah datang ke sini, menurut saya Al Zaytun adalah surga. Tempat ini sangat indah, orang-orangnya hebat, dan kepemimpinannya juga sangat luar biasa," ujarnya.

Menurutnya, hal pertama yang langsung terlihat saat memasuki kawasan pesantren adalah profesionalisme yang diterapkan di berbagai aspek. Selain tata kelola yang baik, ia juga mengapresiasi karakter masyarakat Al Zaytun yang dinilai rendah hati dan ramah terhadap tamu.

"Pesantren ini benar-benar luar biasa. Orang-orang di sini profesional, rendah hati, dan sangat bersahabat. Itu yang paling saya kagumi," katanya.

Terkesan dengan Kecerdasan Santri

Selama memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada guru dan santri, Mr. Eddy mengaku semakin yakin terhadap kualitas peserta didik Al Zaytun. Dalam waktu yang relatif singkat, ia dapat melihat kemampuan berpikir para santri yang dinilainya berada di atas rata-rata.

"Mereka memiliki integritas yang sangat baik dan kemampuan yang luar biasa. Sebagian besar terlihat sangat cerdas. Mereka mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan sangat baik, bahkan hanya dalam waktu pembelajaran yang singkat saya sudah bisa melihat bahwa mereka adalah pelajar-pelajar yang pintar," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola yang dinilainya telah memberikan pelayanan profesional selama kegiatan berlangsung.

Mengenalkan Metode Dual Dimension

Dalam kunjungannya ke Al Zaytun, Mr. Eddy membawakan pelatihan bertajuk English Learning Revolution. Melalui pelatihan tersebut, ia memperkenalkan metode pembelajaran bahasa Inggris yang dikembangkannya sendiri, yaitu Dual Dimension Approach.

Menurutnya, metode tersebut berangkat dari kesulitan umum masyarakat Indonesia dalam memahami tata bahasa Inggris, khususnya penggunaan tenses.

"Saya mengembangkan metode ini sendiri. Sampai saat ini saya belum menemukan metode serupa yang digunakan di tempat lain. Pendekatan ini membantu peserta memahami konsep waktu dan proses dalam bahasa Inggris, bukan sekadar menghafal rumus," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak pembelajar kesulitan memahami tenses karena hanya diajarkan untuk dihafalkan, padahal seharusnya dipahami melalui cara kerja logika bahasa.

"Yang sulit bukan menghafalnya, tetapi memahami dua dimensi yang ada di dalamnya, yaitu dimensi waktu dan dimensi proses. Jika itu dipahami, maka kemampuan berbicara, membaca, menulis, dan mendengar akan berkembang jauh lebih cepat," paparnya.

Mr. Eddy mengatakan metode tersebut telah diterapkan di lebih dari 100 perusahaan serta diperkenalkan kepada ribuan peserta, termasuk dosen dan profesor di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dorong Al Zaytun Bangun English Community

Melihat potensi yang dimiliki Al Zaytun, Mr. Eddy meyakini pesantren ini memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan bahasa Inggris bertaraf internasional. Karena itu, ia mendorong lahirnya sebuah English Community yang dibangun secara sistematis.

Menurutnya, keberhasilan membangun komunitas bahasa tidak cukup hanya mengandalkan proses belajar di kelas, tetapi harus didukung oleh tiga pilar utama.

"Yang perlu dibangun adalah kepemimpinan, sistem, dan budaya berbahasa Inggris. Jika tiga hal itu berjalan bersama, insya Allah Al Zaytun dapat menjadi pesantren yang memiliki visi untuk dunia," ujarnya.

Ia bahkan mengaku telah melihat benih-benih budaya tersebut ketika memasuki ruang pelatihan.

"Ketika saya pertama kali masuk kelas, semua orang berbicara dalam bahasa Inggris. Itu luar biasa. Fantastic," katanya.

Apresiasi terhadap Kepemimpinan Syaykh AS Panji Gumilang

Pada akhir wawancara, Mr. Eddy juga menyampaikan kesannya setelah berkesempatan bertemu langsung dengan Syaykh AS Panji Gumilang. Menurutnya, Syaykh merupakan sosok pemimpin yang memiliki karakter khas dan visi global dalam mengembangkan pendidikan Islam.

"Menurut saya, Syaykh adalah seorang gentleman sejati, seorang pemimpin yang hebat dan seorang Muslim yang luar biasa. Saya bisa merasakan bahwa beliau memiliki visi global untuk membawa nilai-nilai Islam kepada dunia, dimulai dari Indonesia," tuturnya.

Ia juga menilai perhatian Syaykh terhadap pengembangan sistem pembelajaran, kesejahteraan tenaga pendidik, dan peserta didik merupakan fondasi penting dalam membangun lembaga pendidikan yang berkelanjutan.

"Saya melihat beliau berpikir sangat serius mengenai kesejahteraan para dosen, guru, dan para pelajar. Kepemimpinannya dapat menjadi teladan bagi banyak orang," ujarnya.

 

Menutup wawancara, Mr. Eddy berharap kerja sama dengan Ma'had Al Zaytun dapat terus berlanjut, terutama dalam pengembangan komunitas bahasa Inggris yang mampu melahirkan generasi Indonesia berdaya saing global. (Sahil utnuk Indonesia)