الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Simak!. Bagaimana HUT RI di Al-Zaytun (17 Agustus 2026)

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, Kampus Al-Zaytun kembali menjadi perhatian karena konsistensinya menjaga simbol kebangsaan. Di lingkungan kampus tersebut, Bendera Merah Putih dikibarkan sepanjang waktu dan tidak diturunkan setiap hari sebagaimana lazimnya di berbagai tempat.

Bagi Al-Zaytun, Merah Putih bukan sekadar atribut kenegaraan yang hadir saat momentum peringatan kemerdekaan. Bendera dipandang sebagai simbol kecintaan kepada bangsa yang harus dijaga secara berkelanjutan.

Pandangan tersebut kerap dikaitkan dengan syair perjuangan yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia.

"Siapa berani menurunkan engkau, serentak rakyatmu membela."

Menurut penulis, semangat dalam syair tersebut mengandung pesan bahwa penghormatan terhadap Merah Putih seharusnya tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi bagian dari komitmen kebangsaan yang hidup dalam keseharian.

Di sisi lain, dalam tata upacara kenegaraan di Istana Kepresidenan, Bendera Merah Putih dikibarkan pada pagi hari setiap 17 Agustus dan diturunkan kembali pada sore hari sebagai bagian dari rangkaian upacara resmi.

Dalam sudut pandang yang disampaikan, persoalan bukan terletak pada tata cara upacara tersebut, melainkan pada makna yang ditanamkan kepada masyarakat. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah penghormatan terhadap Merah Putih telah benar-benar menjadi bagian dari kesadaran nasional, atau masih sebatas simbol yang hadir pada momen tertentu.

Indonesia, menurut penulis, masih memiliki pekerjaan rumah dalam memperkuat kesadaran kebangsaan. Hal itu mencakup upaya mengenali jati diri bangsa, mencintai tanah air dengan ketulusan, serta memuliakan Merah Putih melalui sikap, karya, dan pengabdian kepada bangsa.

Pada akhirnya, penulis berharap Merah Putih tidak hanya terus berkibar di langit Indonesia, tetapi juga tetap berkibar di dalam jiwa setiap anak bangsa.

"Sebab, bila Merah Putih telah turun dari hati, setinggi apa pun tiangnya, maknanya akan ikut memudar."

Penulis: Latief WeHa