الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Menarik! Pelajar Al zaytun adakan marine Theatical Festival soroti (Geopolitik maritim)

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

Lognews.co.id, Indramayu - Ekstrakurikuler Perkapalan Madrasah Aliyah (MA) Mahad Al Zaytun menggelar 278 Marine Theatrical Festival di Kolam Al Kautsar, Rabu (26/8/2026) sore. Pertunjukan teater bertema kemaritiman tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan Milad ke-27 Mahad Al Zaytun yang berlangsung selama 10 hari.

Festival menghadirkan simulasi pertempuran maritim yang mengangkat isu geopolitik aktual di Selat Hormuz, dengan tema "Saturation Attack: No Escape". Melalui replika kapal perang yang dirancang sendiri oleh para pelajar, pertunjukan menggambarkan skenario konfrontasi armada Amerika Serikat dan Iran sebagai bagian dari pembelajaran mengenai strategi dan teknologi maritim.

Rangkaian Milad ke-27 Mahad Al Zaytun

Pembina Ekstrakurikuler Perkapalan MA Al Zaytun, Ustaz Agung, mengatakan 278 Marine Theatrical Festival merupakan penutup seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-27 Mahad Al Zaytun yang telah berlangsung selama kurang lebih 10 hari.

Menurutnya, konsep pertunjukan merupakan hasil penerjemahan arahan dari Syaykh Al Zaytun ke dalam bentuk teatrikal yang edukatif. Tema yang diangkat dipilih karena berkaitan dengan isu geopolitik yang sedang menjadi perhatian dunia, sekaligus menjadi media pembelajaran mengenai strategi peperangan laut modern.

"278 adalah rangkaian pelaksanaan Milad ke-27 Mahad Al Zaytun dan hari ini menjadi penutupan seluruh rangkaian kegiatan tersebut," ujar Ustaz Agung.

Mengangkat Strategi "Saturation Attack" dalam Simulasi Maritim

Tema "Saturation Attack: No Escape" divisualisasikan melalui adegan masuknya kapal induk Amerika Serikat ke kawasan Selat Hormuz hingga mendapat perlawanan dari armada Iran. Pertunjukan menampilkan narasi tentang strategi serangan bertubi-tubi menggunakan kapal-kapal berukuran kecil atau yang dikenal sebagai kapal nyamuk.

Ustaz Agung menjelaskan pesan utama yang ingin disampaikan bukan sekadar menggambarkan konflik geopolitik, melainkan memperlihatkan bagaimana strategi dan taktik dapat menjadi faktor penentu dalam peperangan modern.

"Teknologi yang sangat canggih sekalipun bisa dikalahkan dengan peralatan yang sederhana, tetapi taktis dan tepat penggunaannya. Konsep itu kami gambarkan melalui kapal-kapal kecil atau kapal nyamuk yang bergerak dalam jumlah banyak," jelasnya.

Ia menambahkan replika kapal induk Amerika dalam pertunjukan diberi nama Crazy Trump, sedangkan tiga kapal lainnya merepresentasikan armada Iran yang menggunakan pendekatan serangan cepat dan taktis.

Replika Kapal Dirancang Pelajar untuk Kompetisi ITS

Selain menjadi bagian dari pertunjukan, replika kapal yang digunakan ternyata merupakan hasil pengembangan tim Ekstrakurikuler Perkapalan untuk menghadapi kompetisi kapal di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Ustaz Agung mengatakan lambung kapal telah dipersiapkan sejak dua bulan lalu, sementara bagian anjungan diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari setelah menerima arahan mengenai konsep pertunjukan.

"Lambung kapal yang kami persiapkan itulah yang digunakan untuk kapal nyamuk. Setelah pertunjukan ini, anjungannya akan dilepas dan disesuaikan dengan kebutuhan perlombaan di ITS," katanya.

Seluruh desain kapal dibuat sendiri oleh para pelajar berdasarkan rancangan tim perkapalan.

Lebih dari 20 Pelajar Terlibat dalam Produksi Festival

Ketua Panitia Marine Theatrical Festival, Mahmud, menjelaskan persiapan melibatkan lebih dari 20 pelajar yang terbagi dalam berbagai tim, mulai dari perancang kapal, perakit mesin, hingga panitia pelaksana pertunjukan.

Ia mengungkapkan setiap kapal dikerjakan oleh satu tim yang terdiri atas empat orang, sedangkan kapal induk dan kebutuhan artistik lainnya ditangani oleh tim tambahan.

"Alhamdulillah acara pada hari ini sesuai dengan harapan karena berjalan sesuai deskripsi yang telah kami buat," ujar Mahmud.

Mesin Kapal Dirakit Sendiri oleh Tim Perkapalan

Mahmud mengatakan seluruh sistem penggerak kapal dirakit sendiri oleh pelajar dari berbagai komponen yang dibeli secara terpisah. Komponen tersebut kemudian disusun sesuai desain yang telah dibuat oleh tim.

Meski demikian, saat pertunjukan berlangsung sempat terjadi kendala teknis ketika salah satu mesin terkena air sehingga performanya menurun.

"Ada sedikit kendala mengenai mesin karena terkena air, sehingga sempat terjadi gangguan. Namun pertunjukan tetap dapat diselesaikan," jelasnya.

Menurut Mahmud, secara desain maupun performa mesin, kapal yang digunakan dalam festival sudah memenuhi kebutuhan untuk kompetisi di ITS. Perbedaannya hanya terletak pada tema anjungan kapal yang nantinya akan diubah menjadi kapal pengangkut barang sesuai ketentuan lomba.

Menjadi Wadah Inovasi dan Kreativitas Pelajar

Di akhir kegiatan, Mahmud menyampaikan apresiasi kepada Syaykh Al Zaytun atas kesempatan yang diberikan kepada pelajar untuk menampilkan hasil inovasi mereka dalam rangkaian Milad ke-27 Mahad Al Zaytun.

"Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-27 Mahad Al Zaytun. Semoga semakin maju, semakin berkah, semakin berjaya, dan terus menjadi tempat lahirnya inovasi serta kreativitas para pelajar," tuturnya.

278 Marine Theatrical Festival menjadi salah satu penampilan yang memadukan unsur pendidikan, kreativitas, seni pertunjukan, dan teknologi maritim dalam peringatan Milad ke-27 Mahad Al Zaytun. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang praktik bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan perkapalan melalui pendekatan yang aplikatif dan atraktif. (saheel untuk Indonesia)