الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Tradisi Bobotan Indramayu Kian Langka, Ritual Menimbang Anak dengan Kayu

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Indramayu – Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih menyimpan tradisi unik bernama Bobotan, sebuah ritual menimbang anak menggunakan kayu yang kini terancam punah. Tradisi turun-temurun ini disebut hanya bertahan di satu kecamatan dan semakin jarang dijalankan oleh masyarakat.

Secara bahasa, Bobotan berarti “menghitung berat” dalam bahasa Jawa. Praktiknya dilakukan dengan menimbang anak menggunakan kayu yang dianggap sakral. Tradisi ini dikenal sejak era 1960-an hingga 1980-an dan dipercaya sebagai upaya memohon keselamatan serta keberkahan bagi masa depan anak.

Pelaksanaannya tidak berlaku untuk semua anak, melainkan umumnya ditujukan bagi anak pertama dan bungsu, baik laki-laki maupun perempuan, serta keluarga dengan tiga anak di mana anak kedua telah meninggal dunia. Kini hanya segelintir warga yang masih mempertahankan Bobotan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indramayu.

Kayu pemberat dalam ritual ini diyakini berasal dari peninggalan tokoh Buyut Babar, yang menurut cerita rakyat merupakan prajurit bernama Sutra Jiwa dari Bagelen, Purworejo. Kayu tersebut menjadi simbol penting dalam prosesi penimbangan dan diwariskan secara turun-temurun.

Dalam prosesi inti, juru timbang selanjutnya menempatkan anak ke sebuah kain yang sudah diberi pemberat kayu tersebut. Di waktu yang bersamaan, juru timbang juga melantunkan kidung dengan syair khusus berbunyi: “Anak kidung kang rumeksa, ing wengi teguh rahayu, tur luput ing lara, luputa saking bilahi kabeh, jin setan datan purun, panelhan tanana wani, saking penggawe ala, gunani wong luput, geni temahan tirta, maling adoh tan wani, ngarah ing mami, tujuh guna pan sirna, saakehe hama pan sani niruda, elas asih ing pan dulu…”. Sambil mendengarkan lantunan kidung, anak yang ditimbang melemparkan uang ke tempat yang sudah disediakan. Uang tersebut nantinya menjadi milik juru timbang, sekaligus sebagai bentuk pemberian bayaran.

Ritual Bobotan tidak hanya dimaknai sebagai permohonan keselamatan dunia dan akhirat, tetapi juga sarana mempererat kerukunan keluarga. Barang-barang berharga seperti pakaian, beras, uang, hingga perhiasan kerap ditambahkan sebagai pemberat dan nantinya menjadi milik sang anak sebagai bekal hidup.

Saat ini tradisi Bobotan diketahui masih dipertahankan oleh sebagian warga di Kecamatan Cikendung. Juru timbang biasanya merupakan sesepuh yang dipercaya memiliki pengalaman spiritual. Dalam satu kali pelaksanaan, jasa juru timbang dapat dihargai antara satu hingga lima juta rupiah, tergantung kemampuan keluarga penyelenggara. (Amri-untuk Indonesia)