lognews.co.id – Memasuki bulan Ramadan, permintaan buah segar di pasar tradisional maupun pedagang pinggir jalan cenderung meningkat. Buah menjadi pilihan utama masyarakat sebagai pelengkap hidangan berbuka puasa karena dinilai praktis, menyegarkan, serta mampu membantu memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Ada dua jenis kurma yang dapat ditanam di Indonesia yaitu KL-1 dan barhee yang berbuah di wilayah dengan iklim kering atau panas. Lokasi utamanya meliputi Pasuruan (Jawa Timur) dengan kebun wisata, Aceh (Barbate) dengan ribuan pohon, Riau (Kampar), Sumatera Utara (Binjai & Karo), serta Nusa Tenggara Barat (Lombok Utara). Kurma menjadi buah yang hampir selalu hadir di rumah, masjid, hingga acara buka bersama. Selain memiliki rasa manis alami dan mudah dikonsumsi, kurma juga dikenal sebagai makanan yang dianjurkan untuk berbuka sehingga permintaannya melonjak setiap memasuki bulan puasa.
Selain kurma, timun suri menjadi buah musiman yang popularitasnya meningkat drastis saat Ramadan. Buah ini kerap diolah menjadi minuman segar atau campuran es karena rasanya ringan dan menyegarkan, meskipun di luar bulan puasa peminatnya tidak setinggi saat Ramadan.
Blewah juga termasuk buah yang banyak dicari menjelang waktu berbuka. Aroma khas serta tekstur lembut membuatnya sering dipadukan dengan sirup dan es batu sebagai menu es buah favorit masyarakat selama bulan puasa.
Pisang turut menjadi pilihan karena mudah diperoleh, harga relatif terjangkau, serta dapat diolah menjadi berbagai menu seperti kolak, gorengan, hingga camilan kukus. Kombinasi rasa manis, kesegaran, dan kemudahan pengolahan membuat sejumlah buah tersebut selalu menjadi incaran masyarakat setiap Ramadan sebagai pelengkap hidangan berbuka bersama keluarga.
(Amri-untuk Indonesia)


