lognews.co.id, Jakarta - Peringati Hari Guru Nasional dan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bertemakan “Trasnsformasi Guru untuk Indonesia Emas” di BRItama Arena, Kelapa Gading.
Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd (Ketua Umum Hasil Kongres XXII PGRI Tahun 2019-2024) tidak menyiakan kesempatan tersebut untuk menyuarakan perjuangan guru guru di Indonesia. (25/11/2023)
Berdiri dihadapan Presiden dan para menterinya, Pengurus Besar PGRI dengan haru mengaku hatinya bergetar dan mengungkapkan komitmen PGRI dalam mengkawal pendidikan di Indonesia.
“Saya berdiri disini dengan hati yang bergetar, kami PGRI dengan para guru yang tersebar di seluruh tanah air sangat solid dan terus mengkawal NKRI dan berkomitmen memajukan Pendidikan Nasional” ujar Unifah Rasyidi.
Unifah Rosyidi mengucapkan rasa terimakasihnya atas nama para guru seluruh Indonesia terhadap langkah-langkah dan dukungan dari semua fraksi di DPR senantiasa menentukan jalan keluar terhadap permasalahan yang disampaikan oleh PGRI.
Hal tersebut dibuktikan dengan adanya dukungan anggota DPR dan Presiden dalam merevisi undang undang yang menjadikan guru pendidik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN)
“yang paling istimewa dan terbaru adalah keputusan revisi undang-undang ASN yang dinanti para guru pendidik dan tenaga kependidikan terutama honorer di seluruh tanah air” katanya.
Jadi ujung tombak kemajuan generasi dalam membangun bangsa, pilihan profesi sebagai Guru adalah pekerjaan yang penuh pengabdian sehingga kesempatan menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan hal yang diperjuangkan oleh PGRI.
Usulan Unifah Rosyidi untuk bisa dikembalikan lagi menguatkan sekolah swasta sebagai penyangga pendidikan.
“Ada kiranya saudara-saudara kami yaitu guru-guru swasta guru-guru TK para tenaga kependidikan di Indonesia yang memohon diberikan ruang dan kesempatan untuk menjadi ASN P3K khususnya para guru swasta yang diangkat menjadi P3K dapat kiranya dikembalikan ke sekolah-sekolah swasta menjadi penyangga utama mutu pendidikan nasional” terang Unifah dalam sambutan dan laporannya.
Acara HUT PGRI 78 kali ini, panitia melakukan pembatasan peserta hanya 7.000 yang memenuhi ruangan sedangkan yang berada di luar ruangan (tenda) tercatat ada 3.000 guru diikuti oleh para guru seluruh Indonesia yang menyimak melalui "live streaming", sehingga di seluruh tanah air di pelosok-pelosok di desa-desa di mana ada guru di situ ada PGRI, gegap Gempita merayakan peringatan hari ulang tahun PGRI dan hari guru nasional ini.
Melalui tema acara “Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan: Indonesia Kuat, Indonesia Maju”, Presiden Joko Widodo mengomentari perihal beratnya menjalani profesi guru, dan membuatnya kaget ketika tahu ada 3 hal yang dapat membuat guru menjadi stres, pertama karena perilaku siswa dan perubuhan kurikulum dan kemajuan teknologi yang baginya penting dan memang harus berubah.
Jokowi menjelaskan semua guru sudah seharusnya menerima perubahan, terutama teknologi meskipun berada dilingkup wilayah terluar (3T).
“semua guru harus mengkuti perkembagan teknologi yang ada di wilayah 3T( terdepan, terluar, tertinggal) yang mempunyai keterbatasan infrastruktur dan faslitas ini lebih berat, dan itu tugasnya menteri pendidikan” ujar Joko Widodo.
Dalam Peringatan HUT ke-78 PGRI tersebut, Presiden Jokowi turut didampingi oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim, Menko PMK Muhadjir Effendy, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Sebelum menyampaikan sambutannya, Presiden Jokowi menyaksikan pemberian Anugerah Dwija Praja Nugraha yang diberikan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) kepada Kepada Bupati dan Walikota definitif yang memiliki perhatian dan komitmen tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas, kesejahteraan guru, dan PGRI, kepada ;
1. Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto
2. bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat
3. Walikota Tarakan, Khairul
4. Bupati Gowa, Adnan purita Ichsan
5. Bupati Kubu Raya, muda Mahendra
6. Bupati Lima Puluh kota, Safarudin
7. Bupati Way kanan, Raden Adipati Surya
8. Bupati Konawe Utara, Ruksamin
9. Bupati Pangandaran, Jeje wiradinata
(Amr-untuk Indonesia)


