Mengungsi
lognews.co.id, Sukabumi - gempa bumi berkekuatan M 4,6 terjadi di Kabupaten Sukabumi, Kamis (14/12/2023) pagi. Gempa berpusat di darat 25 km Barat Laut dengan kedalaman 5 km mengakibatkan sejumlah warga berada di tenda pengungsian sementara di Pasir Masigit, Desa Cipeuteuy, Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023).
Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB menampilkan data warga yang terdampak sejumlah 309 di Kabupaten Bogor dan 38 warga Kabupaten Sukabumi. “Kejadian ini juga menyebabkan 12 warga di Kabupaten Bogor terpaksa mengungsi, akibat rumahnya rusak oleh gempa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/12/2023).
Pusdalops BNPB mencatat, delapan rumah rusak sedang dan 81 rumah rusak ringan di Kabupaten Bogor. “Lebih lanjut, dua rumah rusak sedang dan lima rumah rusak ringan di Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Kabupaten Bogor melakukan asesmen pascagempa. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Medi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian.
"Kami sudah menerjunkan Tim TRC ke lokasi kejadian. Untuk melakukan pendataan lanjutan dan monitoring dampak kerusakan," ujar Medi melalui sambungan telepon.
Medi menyebutkan, hasil kaji cepat sementara, rumah yang terdampak gempa didominasi rumah yang tidak memiliki sloof. Seperti diketahui, sloof merupakan struktur bangunan di bagian pondasi bangunan dalam bentuk horizontal.
"Selain itu kerusakan rumah juga dampak lanjutan dari gempa Jumat (8/12). Yang semula rusak ringan kemudian menjadi rusak sedang, ditambah lagi bangunannya tidak memiliki sloof," ujar Medi.
Sedangkan, Danki TRC BPBD Kabupaten Bogor, Hayat menyampaikan, pihaknya juga telah menugaskan tim untuk meninjau kerusakan yang diakibatkan oleh gempa. Puluhan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) diterjunkan ke lokasi terdampak gempa.
"Gempa memang terasa sampai sini (Kabupaten Bogor) sekitar lima detik dan saya sudah menerjunkan 25 anggota Tim TRC ke lokasi. Untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat dilokasi terdampak," ujar Hayat melalui sambungan telepon. (Amr-untuk Indonesia)


