Sunday, 25 January 2026

Prabowo Meminta Tanggul Laut di Pantura Dipercepat

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta agar proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa terus digenjot.

"Ini masalah bukan apakah bisa atau tidak bisa, ini harus kalau tidak pantai utara tenggelam," kata Prabowo

Hal tersebut diungkapkan saat Seminar Nasional terkait tanggul laut Giant Sea Wall yang dihadiri oleh Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Menko Airlangga Hartarto, Menteri Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menhan Prabowo Subianto, Mendag Zulkifli Hasan

Prabowo mengakui proyek Giant Sea Wall kemungkinan baru bisa terealisasi pada 40 tahun yang akan datang. Oleh sebab itu ia meminta agar pemimpin masa depan benar-benar merealisasikan proyek itu.

"Kita mengerti bahwa negara berjalan dalam sistem politik melalui partai-partai politik, yang partai-partai politik itu diawaki oleh politisi. Dan politisi itu berpikir lima tahunan karena dia akan berkuasa atau tidak berkuasa lima tahunan," ujarnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan giant sea wall atau tanggul laut menjadi tiga fase yang akan menelan anggaran Rp164,1 triliun untuk pembanguan dua fasenya. Sementara itu, fase sisanya belum diketahui total anggaran yang dibutuhkan.

“Total cost (Rp164,1 Triliun) yang diperlukan untuk pantura [Jakarta], hanya untuk bendungnya, banyak proyek yang bisa kita kembangkan dari sini,” ungkapnya dalam Seminar Nasional Strategi Perlindunan Kawasan Pulau Jawa Melalui Pembangunan Tanggul Pantai Dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall), di Grand Ballroom Kempinski, Rabu (10/1/2024).

Dikutip dari Bisnis.com, berdasarkan kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Airlangga menjelaskan untuk pembangunan tanggul fase A, pembangunannya berupa tanggul pantai dan sungai dengan panjang kurang lebih 120 km yang akan dibangun sampai dengan 2030. Pembangunan tanggul ini dipastikan tidak mengganggu aktivitas masyarakat pesisir dan terintegrasi dengen sistem polder (drainase, kolam retensi, dan pompa) untuk melindungi Jakarta dari banjir rob. 

Secara perinci, pembangunan difokuskan pada 44,2 km lokasi kritis, di mana saat ini tersisa 33,3 km yang sedang dibangun oleh Kementerian PUPR dengan nilai Rp10,3 triliun dan Pemprov DKI Jakarta dengan nilai Rp5,8 triliun. 

Kemudian untuk pembangunan fase B dilakukan pada sisi barat Jakarta sepanjang 20 km mulai 2030 dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp148 triliun.

Lalu, fase C yang merupakan sisi timur sepanjang 12 km dibangun mulai 2040. BACA JUGA Singgung Urgensi Giant Sea Wall, Prabowo: Demi 50 Juta Rakyat di Utara Jawa RI Bangun Giant Sea Wall, PUPR Siapkan Dana Jumbo Rp58 Triliun! Prabowo:

Proyek Giant Sea Wall Jangan Terjebak Politik 5 Tahunan “Di wilayah utara ini menjadi projek strategsi nasional pak presiden. Kalau di Jakarta tanggul masih terpisah-pisah, ini disatukan mulai dari wilayah Banten hingga Cirebon dan akan terintegrasi dan membuka akses langsung jalan tol dan kereta api, dan logistic cost kita semakin bersaing,” ungkapnya.  

Adapun, wilayah pantau utara (Pantura) Jawa mulai terancam tenggelam akibat adanya penurunan permukaan tanah antara 1 cm - 25 cm per tahun hingga menyebabkan banjir rob.  (Amr-untuk Indonesia)