Friday, 06 February 2026

Mahasiswa KKN UNPAD Talkshow di Radio Prima FM Indramayu, Ungkap Program Kerja Inovatif

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id, Indramayu - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran Kelompok 40 tengah menjalani pengabdian masyarakat di Desa Baleraja, Kabupaten Indramayu. Hadir dalam podcast Prima FM, 7 mahasiswa KKN UNPAD yakni Ifa, Ola, Figo, Naufal, Rio, Aubrey dan Rafli berbagi pengalaman mereka selama delapan hari berada di Indramayu sejak kedatangan pada 9 Januari lalu.

lognews 26

Mengawali cerita, mereka mengungkapkan adanya culture shock saat pertama kali berada di Indramayu. Mulai dari gaya berkendara masyarakat yang dikenal cukup ngebut, hingga cuaca Indramayu yang panas, meski menurut mereka tidak sepanas yang dibayangkan sebelumnya. Sebagian dari mereka juga sempat membandingkan pengalaman KKN di Subang dengan Indramayu yang memiliki karakter masyarakat dan wilayah berbeda.

Kesan pertama datang ke Prima FM pun tak luput dari rasa deg-degan dan tegang. Namun suasana hangat membuat mereka perlahan lebih rileks. Selama berada di Desa Baleraja, para mahasiswa mengaku menjadi perhatian warga. Mereka merasa sedikit malu karena sering diperhatikan, tetapi juga senang karena disambut antusias. Berkeliling desa, bercengkrama dengan warga, dan melihat langsung kondisi masyarakat menjadi pengalaman berharga yang tak terlupakan.

lognews 28

Dalam pelaksanaan KKN, Kelompok 40 UNPAD mengusung tema besar peningkatan kesejahteraan masyarakat. Fokus program meliputi peningkatan produksi di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, penguatan budaya, pengelolaan sampah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Meski demikian, berbagai kendala juga dihadapi. Salah satunya saat melakukan random sampling ke tiap RW, termasuk tantangan hama pada sektor pertanian. Mayoritas pendapatan utama masyarakat Desa Baleraja berasal dari pertanian padi. Menariknya, masyarakat tidak banyak mengeluhkan kondisi hidup mereka, namun mahasiswa menemukan persoalan administratif, seperti kesalahan penulisan nama desa di tingkat pemerintah pusat, dari “Baleraja” menjadi “Balareja”.

Masukan dari pendengar podcast juga menjadi perhatian serius. Salah satu penelepon menyoroti pentingnya edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Banyak warga diketahui menjual tanah akibat terlilit pinjaman dari bank emok. Hal ini mendorong mahasiswa KKN untuk turut memikirkan solusi edukatif terkait manajemen keuangan yang lebih baik.

Untuk mendukung aktivitas KKN, posko Kelompok 40 UNPAD berada di lokasi strategis, tepatnya di depan Bakso Wonogiri Mas Al, dekat bengkel truk, dan hanya beberapa meter dari balai desa.

Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan adalah aquaponik, yakni sistem yang menggabungkan hidroponik dan akuakultur. Dalam sistem ini, tanaman berada di bagian atas sementara ikan dipelihara di bagian bawah kolam. Masyarakat nantinya dapat memperoleh dua hasil sekaligus, yaitu sayuran seperti bayam dan hasil perikanan seperti ikan lele. Daun tanaman yang jatuh bahkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Meski masih memerlukan pompa air dan biaya listrik, mahasiswa KKN terus mencari inovasi agar sistem ini bisa berjalan lebih efisien. Rencananya, demo, sosialisasi, dan edukasi aquaponik akan dilaksanakan di balai desa pada akhir Januari.

Selain aquaponik, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian melalui inovasi insinerator. Alat pembakaran sampah ini dirancang menghasilkan asap minimal sehingga lebih aman bagi lingkungan. Insinerator berbentuk kotak vertikal setinggi hampir dua meter dengan sistem pengolahan asap menyerupai knalpot, sehingga output asap menjadi lebih bersih dan akhirnya berubah menjadi abu. Program ini mendapat dukungan dari Desa Baleraja dan direncanakan ditempatkan di TPS, bahkan berpotensi diterapkan di tingkat rumah tangga.

Sebagai penutup, semangat kebersamaan Kelompok 40 UNPAD bersama warga Desa Baleraja dirangkum dalam yel-yel mereka: “Bersama warga, berkarya nyata.” Sebuah semangat yang mencerminkan kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun desa secara berkelanjutan. (Adisti untuk Indonesia )