lognews.co.id, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk lahan pertanian yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Pantai Utara, meliputi Kabupaten Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara. Pendataan kerusakan lahan padi akibat cuaca ekstrem telah dilakukan dan dimasukkan ke dalam aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) untuk proses validasi oleh Asuransi Jasindo. (19/1/26)
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyampaikan bahwa proses klaim membutuhkan waktu sekitar 15 hari setelah kejadian dilaporkan. Setelah dinyatakan valid, Jasindo akan memberikan ganti rugi kepada kelompok tani yang terdampak.
Data sementara mencatat, di Kabupaten Kudus terdapat 315,49 hektare sawah terdampak banjir, di Kabupaten Pati seluas 672,12 hektare, serta di Kabupaten Grobogan seluas 83,3 hektare. Lahan-lahan tersebut mayoritas berada pada fase menjelang panen dan tidak dapat diselamatkan.
Sementara untuk wilayah Jepara, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan mekanisme berbeda berupa bantuan benih dan pupuk bagi petani untuk menanam ulang, karena daerah tersebut belum masuk dalam skema AUTP.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya telah menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota yang terdampak cuaca ekstrem agar segera mengajukan klaim asuransi gagal panen guna melindungi para petani.
Langkah ini diharapkan dapat menekan dampak kerugian akibat banjir dan memastikan sektor pertanian di wilayah Pantura tetap terjaga di tengah ancaman perubahan iklim. (Amri-untuk Indonesia)


