Thursday, 29 January 2026

Presiden Sampaikan Visi Besar Pendidikan Indonesia kepada Akademisi Inggris

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, London – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama keberhasilan suatu bangsa di abad ke-21. Hal tersebut disampaikan saat memaparkan visi besar pendidikan Indonesia di hadapan para akademisi Inggris dalam Forum UK–Indonesia Education Roundtable di London, Selasa. (20/1/26)

Presiden menilai abad ke-21 sebagai era ilmu pengetahuan dan teknologi yang menuntut kualitas sumber daya manusia unggul. Menurutnya, pendidikan menjadi instrumen paling strategis untuk mengatasi kemiskinan dan mewujudkan keadilan sosial.

“Saya yakin bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. Untuk menjadi bangsa yang sukses, kita harus memiliki pendidikan terbaik yang dapat dicapai,” ujar Presiden.

Ia menekankan bahwa pendidikan dan layanan kesehatan merupakan dua pilar utama dalam membangun masyarakat yang adil dan setara. Keduanya saling berkaitan karena hanya dapat diwujudkan melalui sumber daya manusia yang berkualitas.

Dalam forum tersebut, Presiden juga memaparkan kebijakan pendidikan nasional yang tengah dijalankan pemerintah, salah satunya pembangunan sekolah berasrama atau Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui pendidikan berkualitas dan berkelanjutan.

“Saya rasa ini satu-satunya cara untuk memutus lingkaran kemiskinan,” tegas Presiden.

Hingga saat ini, pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 sekolah berasrama. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekolah berasrama bagi peserta didik berprestasi serta sekolah terpadu untuk kelompok menengah.

Presiden turut menyoroti perluasan pembelajaran digital jarak jauh guna menjangkau sekolah-sekolah di daerah terpencil. Melalui pemanfaatan teknologi, seluruh sekolah di wilayah terpencil diharapkan dapat mengakses guru-guru terbaik di berbagai mata pelajaran.

“Ini adalah cara untuk melompat maju, karena kita akui masih tertinggal dalam standar pendidikan,” ujarnya.

Menutup pemaparannya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah membuka kolaborasi internasional. Kerja sama dengan universitas unggulan Inggris dinilai penting untuk memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia. (Amri-untuk Indonesia)