lognews.co.id, Aceh Jaya – Program diseminasi teknologi minapadi di Desa Kede Unga, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, memasuki masa panen perdana pada Sabtu (24/1/26). Sistem pertanian terpadu yang mengombinasikan budidaya padi, ikan, dan udang dalam satu lahan ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.
Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, mengatakan hasil panen perdana tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program dalam jangka panjang.
“Hasil perdana ini akan dicatat dan dievaluasi untuk melihat kelebihan dan kekurangannya, sehingga ke depan bisa dikembangkan lebih optimal,” ujarnya usai kegiatan panen.
Dalam program minapadi ini, petani menanam padi varietas Cibatu Putih dengan masa panen sekitar tiga bulan. Setelah 40 hari masa tanam, ikan nila sulthana dan udang dilepas ke lahan sawah. Sebelumnya, ikan dan udang dibesarkan di kolam khusus di sekitar area persawahan.
Surya menjelaskan, teknologi minapadi juga memanfaatkan udang pidang, komoditas endemik wilayah Aceh Barat–Selatan yang diadaptasikan ke sistem air tawar.
“Dengan teknologi, udang bisa tumbuh optimal di sawah,” katanya.
Berdasarkan perhitungan sementara, pada lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi, petani memperoleh pendapatan dari padi sebesar Rp34.387.000, bibit udang 90 kilogram senilai Rp7.650.000, serta hasil ikan Rp37.500.000. Total potensi pendapatan mencapai Rp79.537.000 dalam satu siklus tanam.
“Ini hasil yang luar biasa dan sangat mendukung ketahanan pangan. Selain meningkatkan produksi, juga meningkatkan pendapatan dan gizi keluarga petani,” ujar Surya.
Ke depan, program minapadi akan dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi peternakan bebek untuk mengisi masa jeda setelah panen padi, sehingga sistem pertanian benar-benar terpadu.
Surya menilai program minapadi di Aceh Jaya berpotensi menjadi model nasional dalam penguatan ketahanan pangan berbasis lokal, terutama untuk mendukung kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Program ini merupakan hasil kerja sama Yayasan Halimun Al-Asyi, investor, dan pemerintah daerah. Selain sebagai lahan percontohan, lokasi minapadi juga direncanakan menjadi pusat pelatihan pertanian dan perikanan terpadu bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berkomitmen memberikan dukungan lanjutan melalui pendampingan, penyuluhan, serta bantuan bibit agar program ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan di berbagai wilayah. (Amri-untuk Indonesia)


