INDRAMAYU, Lognews.co.id – Tanah Al Zaytun kembali melahirkan magister baru. Kali ini, Hartono, S.Pd., M.Pd., alumni PKBM Al Zaytun asal Indramayu, berhasil menyelesaikan pendidikan Magister (S2) setelah menempuh studi pascasarjana di Universitas Islam Negeri (UIN). Kisahnya menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal bukan akhir perjalanan, melainkan pintu menuju jenjang akademik yang lebih tinggi.
Perjalanan Hartono juga memperlihatkan semangat pendidikan sepanjang hayat yang terus ditanamkan PKBM Al Zaytun kepada para alumninya. Dari program pendidikan kesetaraan hingga meraih gelar magister, ia kini menargetkan langkah berikutnya, yaitu pendidikan doktoral.
Dari PKBM Al Zaytun Menuju Magister
Hartono mengawali perjalanan akademiknya melalui PKBM Al Zaytun pada tahun 2010. Selama tiga tahun mengikuti pendidikan kesetaraan, ia akhirnya dinyatakan lulus pada tahun 2013.
Tidak berhenti di sana, ia melanjutkan pendidikan ke Institut Agama Islam Al Zaytun Indonesia pada tahun 2014. Perjalanan sarjananya ditempuh selama 14 semester hingga akhirnya lulus pada tahun 2021.
"Saya menempuh pendidikan kesetaraan di PKBM Al Zaytun pada tahun 2010 hingga 2013 dan lulus pada tahun 2013. Setelah itu saya melanjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Al Zaytun Indonesia pada tahun 2014 dan lulus pada tahun 2021 setelah menempuh 14 semester," ujar Hartono.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Hartono tidak meninggalkan dunia pendidikan. Ia justru kembali mengabdi sebagai tutor di PKBM Al Zaytun, membimbing peserta didik yang sedang menempuh pendidikan kesetaraan.
Kesempatan Pascasarjana di Universitas Islam Negeri
Dedikasinya di bidang pendidikan membawanya memperoleh kesempatan melanjutkan studi pascasarjana pada tahun 2024 di Universitas Islam Negeri.
Perjuangan tersebut berbuah hasil ketika pada 9 Juni 2026 Hartono resmi menyelesaikan pendidikan magisternya dan mengikuti prosesi wisuda.
"Pada tahun 2024 saya memperoleh kesempatan melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Islam Negeri. Alhamdulillah pada 9 Juni 2026 saya menyelesaikan studi tersebut dan diwisuda," katanya.
Bagi Hartono, capaian tersebut bukan sekadar gelar akademik, melainkan motivasi untuk terus memperluas wawasan dan meningkatkan budaya literasi.
Pendidikan sebagai Kontribusi untuk Indonesia
Hartono menilai gelar magister yang diraihnya harus menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, khususnya melalui peran alumni PKBM Al Zaytun.
"Saya kira ini menjadi motivasi bagi diri saya sendiri untuk terus meningkatkan skala literasi. Tentunya ini juga merupakan bentuk kontribusi aktif seorang alumni PKBM terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia," tuturnya.
Menurutnya, alumni PKBM memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun kualitas pendidikan melalui ilmu pengetahuan, pengabdian, dan pendampingan kepada masyarakat.
Terinspirasi Visi Syaykh Al Zaytun
Hartono mengaku perjalanan pendidikannya tidak terlepas dari inspirasi yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di Al Zaytun. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Yang Amat Berhormat Syaykh Al Zaytun Dr. (C) Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, M.P., yang menurutnya telah memberikan motivasi untuk terus belajar dan berkembang.
"Terima kasih kepada Yang Amat Berhormat Syaykh Al Zaytun yang telah mendidik saya hingga hari ini mampu meraih gelar magister. Insya Allah saya akan melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral," ungkap Hartono.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa pendidikan, dalam pandangan Hartono, merupakan proses yang tidak berhenti setelah memperoleh gelar, tetapi terus berlanjut demi meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Adab Sebelum Ilmu Menjadi Pondasi Pendidikan
Keberhasilan Hartono menjadi bagian dari filosofi pendidikan PKBM Al Zaytun yang mengedepankan adab sebelum ilmu. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan semangat pengabdian.
Pendampingan yang dilakukan Direktur PKBM Al Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, bersama visi pendidikan yang dibangun Syaykh Al Zaytun menjadi fondasi bagi para alumni untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Melalui perjalanan Hartono, PKBM Al Zaytun kembali menegaskan bahwa pendidikan nonformal mampu melahirkan lulusan yang kompetitif, berintegritas, dan siap mengambil peran dalam memajukan pendidikan Indonesia.
Di tengah perkembangan zaman yang terus berubah, kisah alumni asal Indramayu ini menjadi pengingat bahwa belajar tidak mengenal batas usia, latar belakang, maupun jenjang, selama semangat untuk terus bertumbuh tetap menyala. (Saheel untuk Indonesia)



