INDRAMAYU, lognews.co.id, - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Zaytun kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan nonformal dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Indramayu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga agenda kelembagaan yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, yakni pengurusan perpanjangan izin operasional, penyerahan bibit pohon kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, serta menghadiri Indramayu Expo 2026.
Ketiga agenda tersebut dilaksanakan oleh Sekretaris PKBM Al-Zaytun, Hartono, S.Pd., M.Pd., bersama Tutor PKBM, Supriadi, S.Sos., yang mendapat amanat untuk menjalankan tugas kelembagaan sekaligus memperluas kontribusi PKBM Al-Zaytun bagi masyarakat.
Perkuat Legalitas dan Keberlanjutan Pendidikan
Agenda pertama adalah penyerahan berkas persyaratan rekomendasi Dinas Pendidikan sebagai bagian dari proses perpanjangan izin operasional PKBM Al-Zaytun. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat.
Legalitas operasional merupakan salah satu aspek mendasar dalam pengelolaan lembaga pendidikan nonformal. Melalui pemenuhan persyaratan administratif, PKBM Al-Zaytun berupaya menjaga tata kelola kelembagaan agar tetap tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Upaya tersebut juga menjadi landasan bagi lembaga untuk terus mengembangkan layanan pembelajaran, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas kesempatan masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan melalui jalur nonformal.
Dengan demikian, pengurusan perpanjangan izin operasional tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab lembaga dalam menjaga kesinambungan layanan pendidikan bagi peserta didik.
Sumbangkan 10 Bibit Pohon kepada DLH Indramayu
Selain menjalankan agenda administratif, PKBM Al-Zaytun turut menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui penyerahan 10 bibit pohon kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu.
Bibit yang diserahkan terdiri atas tiga pohon sawo kecik, tiga pohon bisbul, dua pohon jati, dan dua pohon laban. Penyerahan tersebut menjadi bentuk partisipasi lembaga pendidikan dalam mendukung upaya penghijauan dan menjaga kualitas lingkungan hidup di daerah.
Pemilihan jenis pohon tersebut juga memiliki nilai ekologis dan manfaat jangka panjang. Sawo kecik dan bisbul merupakan jenis pohon yang dikenal memiliki nilai estetika serta berpotensi menghasilkan buah. Sementara itu, jati dan laban dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan yang berkontribusi terhadap pembentukan tutupan vegetasi.
Apabila ditanam dan dipelihara dengan baik, pohon-pohon tersebut berpotensi membantu meningkatkan kualitas lingkungan, menyediakan keteduhan, mendukung keanekaragaman hayati, serta berkontribusi dalam penyerapan karbon dari atmosfer.
Kontribusi ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Keterlibatan lembaga pendidikan dalam kegiatan penghijauan juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Bagi PKBM Al-Zaytun, penyerahan bibit pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kepedulian sosial dan lingkungan. Pendidikan pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan pengembangan pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap dan tanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat.
Hadiri Indramayu Expo 2026
Agenda ketiga adalah menghadiri Indramayu Expo 2026 yang diselenggarakan pada 8 hingga 14 Oktober 2026 di GOR Singalodra. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu.
Indramayu Expo menjadi wadah untuk memperkenalkan beragam potensi daerah, produk unggulan lokal, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan publik, serta berbagai inovasi yang dikembangkan oleh instansi dan pelaku usaha.
Kehadiran perwakilan PKBM Al-Zaytun dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan pembangunan daerah, mengenal potensi ekonomi masyarakat, serta membuka peluang komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Partisipasi ini sekaligus menegaskan bahwa peran lembaga pendidikan nonformal tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas. PKBM juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pengembangan keterampilan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan daerah, PKBM Al-Zaytun diharapkan dapat memperoleh informasi dan inspirasi yang relevan untuk mendukung pengembangan program pendidikan serta pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.
Tiga Agenda, Satu Komitmen untuk Masyarakat
Pelaksanaan tiga agenda tersebut mencerminkan arah kontribusi PKBM Al-Zaytun dalam menjalankan fungsi kelembagaan secara menyeluruh. Pengurusan perizinan menjadi bagian dari penguatan tata kelola, penyerahan bibit pohon merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan, sedangkan kehadiran dalam Indramayu Expo 2026 menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan jejaring kelembagaan.
Ketiga kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dalam mendukung pembangunan daerah. Pendidikan yang berkelanjutan membutuhkan tata kelola lembaga yang baik, kesadaran lingkungan perlu ditumbuhkan melalui partisipasi masyarakat, dan pengembangan pendidikan nonformal juga memerlukan keterbukaan terhadap informasi serta peluang kolaborasi.
Melalui pelaksanaan tugas tersebut, Hartono, S.Pd., M.Pd., selaku Sekretaris PKBM Al-Zaytun, bersama Supriadi, S.Sos., selaku Tutor PKBM, menjalankan amanat kelembagaan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran PKBM Al-Zaytun di tengah masyarakat.
PKBM Al-Zaytun berharap kontribusi yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan nonformal, mendukung upaya pelestarian lingkungan, serta memperkuat partisipasi lembaga pendidikan dalam pembangunan Kabupaten Indramayu.
Komitmen tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, berdaya, dan memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan.

