LEMBANG, lognews.co.id – Sebanyak 18 mahasiswa penerima beasiswa dari Syaykh Al-Zaytun mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sayuran di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Sayuran, Lembang, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami persoalan pertanian secara langsung sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan praktik di lapangan. Dan hal ini di sampaikan pada saat talkshow bersama lognews media sesudah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Sayuran, lembang.
Dari total 27 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, 18 di antaranya merupakan mahasiswa penerima beasiswa Syaykh Al-Zaytun. Para mahasiswa mengikuti pembelajaran teknis yang salah satunya membahas produksi benih bawang merah bersertifikat.
Salah satu narasumber, Dr. Joko Pinilih, S.P., M.P., menilai bahwa keterkaitan antara pendidikan tinggi dan praktik pertanian perlu terus diperkuat agar pengetahuan yang diperoleh dapat menjawab persoalan di lapangan.
“Saya kira sudah ada keterkaitan, cuma mungkin belum maksimal sehingga perlu dimaksimalkan,” ujar Joko ketika menanggapi pertanyaan mengenai hubungan pendidikan tinggi dengan persoalan pertanian.
Pendidikan Tidak Cukup Berhenti pada Teori
Menurut Joko, persoalan pertanian membutuhkan pemahaman yang tidak hanya berasal dari pembelajaran akademis, tetapi juga dari kondisi nyata yang dihadapi petani.
Persoalan seperti kualitas benih, pengelolaan lahan, dan hasil produksi memerlukan keterhubungan antara pengetahuan dan penerapannya. Karena itu, kegiatan pelatihan teknis dapat menjadi salah satu ruang bagi peserta untuk memahami persoalan tersebut secara lebih dekat.
Keikutsertaan 18 mahasiswa Syaykh Al-Zaytun dalam bimtek ini memberikan kesempatan untuk mempelajari tantangan produksi pertanian melalui materi yang disampaikan oleh narasumber dari lembaga pertanian.
Menghubungkan Pembelajaran dengan Gagasan Kedaulatan Nilai Pangan
Dalam konteks gagasan kedaulatan nilai pangan yang dikembangkan Syaykh Al-Zaytun, pendidikan pertanian dapat menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia.
Pengetahuan mengenai proses produksi, mutu benih, dan kebutuhan petani merupakan bagian penting dalam memahami sistem pertanian. Hubungan antara pendidikan dan praktik lapangan juga membuka ruang untuk membahas bagaimana pengetahuan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keterkaitan tersebut merupakan perspektif editorial terhadap kegiatan bimtek, bukan pernyataan langsung narasumber mengenai gagasan kedaulatan nilai pangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami persoalan teknis pertanian sekaligus melihat pentingnya hubungan antara pendidikan, lembaga pertanian, dan kebutuhan masyarakat. (Saheel untuk Indonesia)




