Pelajar Ma’had Al-Zaytun: Kita Harus PEDULI dengan sekitar kita!!

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Rangkaian kegiatan Ajang Kreativitas Cinema yang diselenggarakan Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) resmi ditutup pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan penutupan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di Mini Zeteso, Gedung Ali Bin Abi Thalib, Kampus Ma’had Al-Zaytun, Indramayu.

Kegiatan yang telah berlangsung sejak 28 September 2026 ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan produksi film dan drama, serta keterampilan berorganisasi dan bekerja sama dalam sebuah kelompok.

Ajang Cinema sebagai Wadah Pengembangan Kreativitas

Salah satu peserta kegiatan, Okta Dwi Luthfi Al Magribi bin Tri Budoyo, Ketua Kelompok 3 CEMARA kategori drama dari kelas XI MIPA 3, menjelaskan bahwa Ajang Kreativitas Cinema menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat, minat, serta potensi yang dimiliki melalui karya seni pertunjukan.

Menurut Okta, kelompoknya mengangkat drama bertema kepedulian dan kebaikan dalam kehidupan sosial. Cerita tersebut menggambarkan hubungan antarmanusia yang dibangun melalui sikap saling menerima, membantu, dan berbuat baik kepada sesama.

CEMARA Angkat Pesan Kepedulian dan Kebaikan Sosial

Dalam pementasan dramanya, kelompok CEMARA mengisahkan seorang ayah yang kehilangan anaknya. Di tengah situasi tersebut, hadir seseorang yang kemudian diterima dengan baik oleh keluarga tersebut. Seiring berjalannya cerita, berbagai kebaikan hadir dalam kehidupan keluarga itu, begitu pula kebaikan yang mereka berikan kepada para tetangganya.

Melalui alur cerita tersebut, kelompok CEMARA ingin menyampaikan bahwa setiap kebaikan dapat melahirkan kebaikan lainnya. Pesan ini sekaligus menjadi ajakan kepada penonton untuk meningkatkan kepedulian terhadap dinamika sosial dan kehidupan masyarakat di lingkungan sekitar.

"Pesan yang ingin kami sampaikan dalam drama kami adalah sebuah kebaikan bisa dibalas dengan kebaikan yang lain. Kami mengajak kepada penonton agar saling peduli dengan dinamika sosial dan memiliki kesadaran yang penuh tentang kehidupan-kehidupan yang ada di sekitar kita," ungkap Okta.

Menurutnya, kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui drama tersebut, para penonton diharapkan dapat memahami bahwa perhatian dan kebaikan sederhana kepada orang lain memiliki arti dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

Ajang Kreativitas Cinema Jadi Media Pembelajaran

Ajang Kreativitas Cinema diawali dengan kegiatan workshop yang memberikan pembekalan kepada para pelajar dari masing-masing kelompok. Setelah tahap tersebut, peserta melanjutkan proses produksi atau persiapan pementasan yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah.

Setiap kelompok diberikan keleluasaan untuk menentukan tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan sesuai dengan konsep karya yang dikembangkan. Setelah seluruh proses selesai, karya-karya peserta ditampilkan secara berkala pada setiap akhir pekan untuk mendapatkan penilaian dari dewan juri yang telah disiapkan panitia.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para pelajar memperoleh pengalaman dalam mengembangkan ide cerita, membangun karakter, menyusun alur pertunjukan, serta bekerja sama untuk menghasilkan sebuah karya.

Apresiasi terhadap Fasilitas Pengembangan Bakat Pelajar

Pada kesempatan tersebut, Okta juga menyampaikan apresiasi kepada Ma’had Al-Zaytun yang telah memberikan fasilitas dan sarana bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, minat, serta potensi yang belum sepenuhnya tergali.

Ia menilai kegiatan seperti Ajang Kreativitas Cinema dapat menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman berbeda dari kegiatan akademik di dalam kelas.

Okta berharap kesempatan tersebut dapat terus dimanfaatkan oleh para pelajar untuk mengeksplorasi kemampuan dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan kreatif.

Penutupan Ajang Kreativitas Cinema pada 1 November 2026 menjadi akhir dari rangkaian kegiatan sekaligus penanda selesainya proses kreatif para peserta dalam menghasilkan karya film dan drama. (Saheel untuk Indonesia)