Lognews.co.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menghadirkan sebuah inovasi teknologi berupa Prototipe Robot Penyelamat Korban Bencana Kebakaran Pada Area Gedung. Robot ini dikembangkan melalui kegiatan Project Based Learning (PjBL) sebagai upaya menghadirkan solusi teknologi yang dapat membantu proses penyelamatan pada situasi kebakaran yang berisiko tinggi bagi manusia.

Robot penyelamat ini dirancang untuk bergerak secara otomatis dengan sistem navigasi wall follower, yaitu mengikuti dinding sebagai panduan utama saat menelusuri area gedung. Sistem ini dipadukan dengan kendali PID (Proportional-Integral-Derivative) yang berfungsi menjaga kestabilan jarak robot terhadap dinding, sehingga pergerakan robot tetap halus, stabil, dan responsif meskipun melewati lorong sempit atau belokan.
Untuk mendukung fungsi penyelamatan, robot dilengkapi dengan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi jarak dan rintangan, sensor flame 5-channel untuk mendeteksi keberadaan dan arah sumber api, serta sensor warna yang digunakan sebagai simulasi identifikasi korban. Ketika api terdeteksi, robot akan secara otomatis mengaktifkan kipas pemadam untuk memadamkan api skala kecil. Setelah itu gripper pada robot digunakan untuk mengambil dan mengamankan objek korban simulasi ke lokasi yang telah ditentukan.
Pengujian dilakukan pada lintasan miniatur gedung yang dirancang menyerupai kondisi nyata. Hasil pengujian menunjukan bahwa robot mampu melakukan navigasi mengikuti dinding, mendeteksi dan memadamkan api, serta mengambil dan mengamankan objek korban simulasi. Penerapan kendali PID membantu meningkatkan kestabilan pergerakan robot, meskipun masih diperlukan pengembangan lanjutan untuk meningkatkan akurasi dan tingkat keberhasilan pada seluruh skenario pengujian.

Tim Pengembang
Protipe robot penyelamat kebakaran ini dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika Politeknik Negeri Lampung, yaitu:
Muhammad Ridwan Al Hafiz (Ketua Tim)
Aknisa Alqibetia Sari
Ridho Akmal Sembiring
Regi Riyan Donni
Muhammad Ibnu Fanani
Nur Agni Dwiantdayani
Novan Alhafis
Muhammad Satria Wisnu
Niko Akbar Fadillah
Muhammad Fazel Affan Tahir
Ketua tim proyek, Muhammad Ridwan Al Hafiz, menjelaskan bahwa robot ini tidak hanya berorientasi pada hasil alat, tetapi juga pada proses pembelajaran mahasiswa.
“Melalui projek ini, kami belajar menerapkan teori sistem kendali, sensor, dan pemrograman mikrokontroler ke dalam satu sistem robotik yang terintegrasi dan aplikatif,” ujarnya.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Lampung mampu menghadirkan karya teknologi yang relevan, aplikatif, dan beriorientasi pada keselamatan manusia, khususnya dalam mendukung penanganan dan mitigasi bencana kebakaran di area gedung. (Amri-untuk Indonesia)


