Wednesday, 28 January 2026

Waspada Faktor Risiko Kanker: Konsumsi Makanan Karsinogenik Perlu Dikendalikan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id - Kanker merupakan penyakit yang penyebab pastinya belum dapat ditentukan, namun dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti merokok, konsumsi alkohol, paparan sinar ultraviolet, obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta infeksi tertentu yang berhubungan dengan kanker. Para ahli memperkirakan sekitar 40 persen kasus kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko tersebut melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan program pencegahan yang tepat.

Salah satu langkah penting dalam pencegahan kanker adalah mewaspadai konsumsi makanan karsinogenik. Pola makan tidak sehat dan tidak seimbang seperti rendah serat, tinggi lemak, dan berkalori tinggi serta adanya cemaran dalam makanan dapat memicu munculnya kanker. Bahkan, sekitar 95 persen dioksin, yaitu zat karsinogenik berbahaya, masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, sementara sisanya melalui pernapasan dan kulit.

Untuk menekan risiko tersebut, masyarakat disarankan lebih banyak mengonsumsi makanan sehat yang berbahan alami, diolah secara higienis, dan seminimal mungkin diproses. Makanan sehat meliputi serealia utuh, umbi-umbian, kacang-kacangan, serta berbagai bahan pangan nabati yang kaya karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif antioksidan yang berperan dalam menghambat perkembangan sel kanker.

Beberapa jenis makanan dan minuman diketahui meningkatkan risiko kanker, terutama pada saluran pencernaan. Makanan yang diasap dan diasamkan dapat meningkatkan risiko kanker lambung. Minuman beralkohol berisiko menyebabkan kanker kerongkongan. Sementara itu, makanan yang mengandung pewarna dan bahan tambahan pangan berlebihan berpotensi memicu kanker lambung, kolon, hati, dan pankreas.

Selain itu, makanan laut yang tercemar logam berat seperti merkuri, termasuk kerang dan ikan tertentu, dapat meningkatkan risiko kanker kolon dan ginjal. Paparan kontaminan seperti aflatoksin, dioksin, dan melamin juga dapat memicu kanker paru, perut, ginjal, rektum, kolon, dan hati.

Masyarakat juga perlu membatasi konsumsi makanan berbahan tepung murni yang manis serta produk daging olahan seperti sosis, kornet, dan daging merah olahan, karena dapat meningkatkan risiko kanker prostat, kolorektal, dan pankreas.

Upaya pencegahan lainnya meliputi peningkatan konsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur, menjaga berat badan ideal, rutin beraktivitas fisik, serta menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Pemahaman terhadap kandungan gizi dalam bahan pangan juga penting agar proses penyiapan dan pengolahan makanan dapat dilakukan secara aman dan sehat. (Amri-untuk Indonesia)