الخميس، 05 شباط/فبراير 2026

BMKG: La Niña Lemah Sebabkan Puncak Hujan di Jawa Pada Januari 2026

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan Indonesia memasuki fase La Niña lemah yang berlangsung hingga awal 2026. Kondisi ini berpotensi memicu curah hujan tinggi di berbagai wilayah, dengan puncak musim hujan diprediksi Januari mendatang.

Pengungkapan ini disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Koordinasi Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Basah di Jakarta, Selasa (30/12/2025). Faisal menjelaskan fenomena La Niña lemah ditandai suhu permukaan laut lebih rendah di Samudera Pasifik dan Hindia, sementara perairan Indonesia justru lebih hangat.

“Saat ini suhu permukaan laut di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia lebih rendah, sementara di perairan Indonesia lebih hangat. Kondisi ini menyebabkan massa udara bergerak ke wilayah Indonesia dan membangkitkan awan-awan tinggi yang memicu hujan lebat,” ujar Faisal.

Perairan Indonesia berfungsi sebagai "steam engine" pembentuk awan tinggi akibat anomali suhu tersebut. Faisal memprediksi curah hujan signifikan, terutama lebih dari 500 milimeter per bulan di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah pada Januari 2026.

“Anomali suhu permukaan laut di Indonesia menjadikan wilayah kita sebagai steam engine pembentukan awan-awan tinggi, sehingga curah hujan meningkat cukup signifikan. Pada Januari 2026, curah hujan sangat tinggi, lebih 500 milimeter per bulan di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,” tambahnya.

Peringatan BMKG ini mengajak masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor. Ketika akan beraktifitas di luar ruangan kenali jalur evakuasi titik kumpul dan selalu update informasi BMKG (Amri-untuk Indonesia)