الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Kementan Datangkan 1.383 Sapi Perah, Perkuat Produksi Susu Nasional

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Jakarta – Kementerian Pertanian menyatakan sebanyak 1.383 ekor sapi tiba pekan ini sebagai bagian dari program penguatan populasi ternak senilai sekitar US$3 miliar yang menargetkan peternak kecil sebagai motor peningkatan produksi susu nasional.

Langkah ini sejalan dengan rencana pemerintah melipatgandakan kapasitas produksi susu hingga empat kali lipat sekaligus menopang kebutuhan bahan baku program makanan gratis bagi sekitar 83 juta anak dan ibu hamil. Untuk memenuhi target tersebut, Indonesia menargetkan impor hingga satu juta sapi perah dalam lima tahun dari basis populasi sekitar 220 ribu ekor saat ini.

Keterbatasan anggaran mendorong pemerintah melibatkan perusahaan swasta dalam pembiayaan impor sapi. Skema ini dinilai penting untuk mempercepat realisasi target produksi meski sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menegaskan penambahan ternak bukan sekadar menambah populasi, melainkan investasi strategis untuk memperkuat fondasi produksi susu berbasis peternak kecil. Impor dilakukan melalui pengiriman bersama dan program pembiakan yang melibatkan koperasi sejak tahun lalu, sementara hasil susu akan disalurkan ke industri pengolahan guna menjamin kepastian pasokan.

Kiriman terbaru tiba di Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah, dan langsung menjalani karantina selama 14 hari. Pejabat kesehatan hewan Kementan Hendra Wibawa memastikan pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi penyakit seperti lumpy skin disease dan penyakit mulut dan kuku.

Dalam pengiriman ini, perusahaan swasta Lunar Chemplast mengimpor 1.094 ekor sapi, sedangkan sisanya didatangkan Mazaraat Lokanatura Indonesia. Sepanjang 2025, Indonesia tercatat telah mengimpor 33.955 ekor sapi, dengan 13.544 di antaranya merupakan sapi perah dan sisanya untuk produksi daging. (Amri-untuk Indonesia)