الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Pesta Ikan di Tengah Surutnya Waduk Cipancuh, Berkah bagi Warga, Ancaman bagi Petani

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Surutnya debit air Waduk Cipancuh di Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. Di tengah musim kemarau, ratusan warga memadati dasar waduk untuk berburu ikan dan udang yang terjebak di sisa genangan air. Fenomena ini pun menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Namun, di balik ramainya aktivitas berburu ikan tersebut, tersimpan persoalan yang lebih besar. Menyusutnya volume air Waduk Cipancuh mulai mengancam pasokan irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Gantar, Haurgeulis, Kroya, hingga Anjatan.

Waduk Berubah Menjadi "Lautan Pemburu Ikan"

Sejak pagi hingga sore hari, warga berdatangan dengan membawa jala, serok, dan alat tangkap sederhana. Mereka menyisir sisa-sisa genangan air untuk menangkap ikan yang berkumpul di bagian tengah waduk.

Suasana di sekitar waduk pun berubah menjadi ramai. Tidak hanya dipenuhi pemburu ikan, banyak keluarga yang datang untuk menyaksikan fenomena tersebut. Pedagang kaki lima memanfaatkan keramaian dengan membuka lapak makanan dan minuman, sementara sebagian hasil tangkapan ikan langsung diperjualbelikan di lokasi.

Yoni (32), warga setempat, mengatakan momen seperti ini memang terjadi hampir setiap musim kemarau, namun tahun ini jumlah pengunjung jauh lebih banyak.

"Alhamdulillah dapat banyak ikan. Memang setiap tahun ada, tapi tahun ini paling ramai. Banyak warga datang dari berbagai daerah," katanya.

Hal serupa diungkapkan Mukti (31), yang datang setelah melihat unggahan mengenai Waduk Cipancuh di media sosial.

 

"Awalnya saya lihat video di Facebook. Karena penasaran, akhirnya ikut datang bersama teman untuk mencari ikan sekaligus melihat suasananya," ujarnya.

Bagi Arief (25), keramaian di dasar waduk menjadi hiburan tersendiri.

"Seru melihat warga berlomba-lomba menangkap ikan. Jarang ada pemandangan seperti ini," tuturnya.

Tetap Menjadi Penopang Ekonomi Masyarakat

Meski debit air menyusut, Waduk Cipancuh masih menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat. Nelayan air tawar tetap mencari ikan untuk dijual ke pengepul maupun pasar.

Dalam laporan lapangan, salah seorang pencari ikan asal Kecamatan Anjatan mengaku hasil tangkapannya masih cukup banyak meskipun musim kemarau telah menyebabkan air waduk berkurang. Ikan yang diperoleh kemudian dijual sebagai sumber penghasilan keluarga.

Selain menjadi tempat mencari ikan, Waduk Cipancuh juga memiliki fungsi penting sebagai sumber irigasi pertanian dan destinasi wisata yang selama ini menopang aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Kemarau Ancam Sawah Petani

Berbeda dengan para pemburu ikan, para petani justru mulai merasakan dampak serius akibat menyusutnya air waduk.

Darnita (50), petani asal Kecamatan Anjatan, mengaku sawah yang dikelolanya mulai mengalami kekeringan. Ia bersama petani lainnya kini harus bergantian memanfaatkan sisa debit air menggunakan mesin pompa agar tanaman tetap bertahan.

"Pemerintah memang sudah menambah pasokan air dari Bendungan Salamdarma, tetapi airnya masih terbatas karena lahan yang membutuhkan sangat luas," ungkapnya.

Menurutnya, apabila musim kemarau terus berlangsung, risiko gagal panen akan semakin besar.

Diperlukan Pengelolaan Air yang Berkelanjutan

Waduk Cipancuh memiliki peran strategis bagi masyarakat Indramayu, tidak hanya sebagai kawasan wisata dan lokasi perikanan, tetapi juga sebagai sumber utama irigasi pertanian.

Fenomena "pesta ikan" yang membawa kegembiraan bagi sebagian warga menjadi pengingat bahwa kemarau panjang juga menyimpan tantangan besar bagi sektor pertanian. Karena itu, masyarakat berharap pengelolaan sumber daya air terus diperkuat agar kebutuhan irigasi tetap terpenuhi dan keberlangsungan produksi pertanian dapat terjaga.

 

(Delili untuk Indonesia)