الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Perubahan Belanja, Pedagang Kecil Ikut Terdampak Terjadi di Pasar Haurguelis

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

INDRAMAYU – untuk melihat kondisi pasar di tengah perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin memilih berbelanja secara online. Yang di lakukan oleh Delili, reporter Radio Prima 95.8 FM, melakukan wawancara langsung dengan pedagang di Pasar Daerah Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jumat (14/8/2026),

Pantauan di Pasar Daerah Haurgeulis pada Jumat siang menunjukkan aktivitas perdagangan tidak seramai pagi hari. Sejumlah pedagang masih berjualan, namun aktivitas pasar mulai berkurang.

Salah seorang pedagang, Desi, mengatakan perubahan kebiasaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang dirasakan pedagang. Menurutnya, masyarakat kini dapat berbelanja dari rumah melalui berbagai platform belanja online.

“Sekarang mah orang rebahan juga sudah bisa belanja online. Apalagi kayak Gen Z, anak-anak ABG sekarang, ditambah cuaca panas jadi pada malas keluarnya,” ujar Desi.

Pedagang Kecil Ikut Terdampak

Menurut Desi, kemudahan berbelanja melalui platform digital membuat sebagian masyarakat, khususnya anak muda, lebih memilih berbelanja dari rumah.

Ia mengatakan kondisi tersebut turut berdampak pada pendapatan pedagang kecil di pasar.

“Kalau kita pedagang kecil, pendapatan berkurang,” katanya.

Selain kemudahan berbelanja dari rumah, Desi menilai perbedaan sistem transaksi juga menjadi pertimbangan masyarakat. Di pasar, pembeli umumnya masih melakukan proses tawar-menawar, sedangkan pada belanja online harga barang biasanya telah tercantum.

Pedagang Perlu Mulai Beradaptasi

Di tengah perubahan kebiasaan belanja masyarakat, Desi menilai pedagang pasar juga perlu mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Namun, menurutnya, sebagian besar pedagang di pasar merupakan ibu-ibu yang belum terbiasa menggunakan teknologi untuk berdagang secara online.

“Kalau kata saya mah perlu, tapi kebanyakan mayoritas yang dagang itu ibu-ibu, jadi pada kurang adaptasi teknologinya,” ujarnya.

Desi berharap ada pendampingan dan sosialisasi bagi para pedagang, khususnya dalam memahami cara memanfaatkan teknologi untuk berjualan.

Menurutnya, pendampingan dapat membantu pedagang yang masih kesulitan memahami aplikasi dan sistem perdagangan online.

Berharap Ada Lapangan Kerja

Selain persoalan perdagangan, Desi juga berharap pemerintah dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya bagi lulusan SMA yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Pesannya ya, kalau bisa satu aja sih, buat lapangan pekerjaan,” katanya.

Desi juga berharap masyarakat tetap mempertimbangkan keberadaan pedagang kecil ketika berbelanja. Menurutnya, membeli kebutuhan dari pedagang sekitar dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha kecil di lingkungan masyarakat.

Perubahan pola belanja masyarakat akibat perkembangan teknologi menjadi tantangan baru bagi pedagang pasar. Di sisi lain, kemampuan beradaptasi dengan teknologi dinilai dapat menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pedagang agar tetap bertahan di tengah persaingan dengan perdagangan online.

 

(Delili & saheel untuk Indonesia)