الجمعة، 06 شباط/فبراير 2026

Menanam Kesadaran Sosial Dengan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menumbuhkan Fondasi Kemanusiaan

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

Oleh: Raihan Fathul Mu’min Bin Nur Iman/ 20200497 / (Khotbah Jum'at dari Pelajar kelas Xii Mipa 01 asal Jakarta Selatan)

lognews.co.id - Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah SWT. karena atas rahmat dan karunia-Nya kita diberikan kesehatan jasmani maupun rohani sehingga dapat berkumpul di tempat yang mulia ini untuk melaksanakan sholat Jumat.

Selanjutnya, sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan Nabiyuna wa Sayyiduna Muhammad SAW. beserta para nabi lainnya yang telah mengajarkan nilai-nilai ilahi serta nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab kepada seluruh umat manusia di muka bumi.

Khotib mengajak diri sendiri pada khususnya dan jama’ah pada umumnya untuk senantiasa menguatkan ketakwaan kepada Allah dan syariatNya agar kita senantiasa dapat melaksanakan tugas dan kewajiban dengan tulus, ikhlas, dan setia hati dengan penuh tanggung jawab.

Pada kesempatan Jumat kali ini Khotib menyampaikan khotbah dengan judul: "MENANAM KESADARAN SOSIAL DENGAN PENGAMALAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENUMBUHKAN FONDASI KEMANUSIAAN"

Pendidikan  adalah  proses  sistematis  yang  melibatkan  transfer pengetahuan,  keterampilan, nilai-nilai, dan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Lebih dari sekadar akuisisi informasi, pendidikan  melibatkan  pembelajaran  yang  terencana  dan  terstruktur,  yang  bertujuan  untuk memfasilitasi perkembangan intelektual, emosional, sosial, dan moral individu.

Pendidikan  untuk  kemanusiaan  adalah  suatu  konsep  yang  menekankan  pada  pentingnya pendidikan  sebagai  sarana  untuk  mengembangkan  keberpihakan  pada  nilai-nilai  kemanusiaan.

Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan empatik, dan bertanggung jawab secara sosial.

Pendidikan untuk kemanusiaan menempatkan manusia sebagai pusat dari  proses pembelajaran,  bukan hanya  sekadar  memperoleh pengetahuan  dan keterampilan. Hal ini  melibatkan  pengembangan pemahaman  yang lebih dalam  tentang  hak asasi manusia, toleransi, keadilan, perdamaian, dan keberagaman.

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kesadaran individu maupun kelompok terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk kesadaran sosial dan lingkungan. Melalui pendidikan, masyarakat dapat memahami keterkaitan erat antara perilaku manusia, keberlanjutan lingkungan, serta keharmonisan dalam kehidupan sosial. Kesadaran ini menjadi dasar bagi terciptanya masyarakat yang peduli, bertanggung jawab, dan aktif menjaga kelestarian bumi.

Di era globalisasi dan modernisasi, tantangan sosial dan lingkungan semakin kompleks. Perubahan iklim, pencemaran, urbanisasi, hingga kesenjangan sosial menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai alat untuk membangun sikap kritis, empati, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.

Perdamaian bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan lahir dari kesadaran, sikap, dan perilaku manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan. Islam sebagai ajaran Ilahi membawa rahmat dan kedamaian bagi seluruh alam. Tidak ada satu pun ajarannya yang membenarkan kekerasan, permusuhan, ataupun kebencian tanpa alasan yang benar. Kita harus menjaga lisan, sikap, dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Furqan ayat 63:

وَعِبَادُ الرَّحۡمٰنِ الَّذِيۡنَ يَمۡشُوۡنَ عَلَى الۡاَرۡضِ هَوۡنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الۡجٰهِلُوۡنَ قَالُوۡا سَلٰمًا‏

Artinya: “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka dengan kata-kata kasar, mereka mengucapkan kata-kata yang membawa keselamatan.”

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa salah satu ciri hamba Allah yang sejati adalah mereka yang mengedepankan sikap damai.

Damai dimulai dengan kesadaran sosial, melihat, merasakan, dan hidup bersama dengan masyarakat lain dalam kebaikan dan kebersamaan. Bukan provokasi, emosi, dan kata-kata kasar yang muncul, namun ketenangan jiwa dan membawa keselamatan harus dimunculkan sejak dini. Inilah kesadaran yang harus kita tumbuhkan dalam diri kita masing-masing.

Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai dasar Pancasila yang telah lahir dan menjadi bagian hidup dan sikap bangsa Indonesia. Dengan sila Ketuhahan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan tujuan mulia mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia/ kita semua yakin inilah kesadaran social yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam bersikap, bekerja, dan memiliki niat baik dalam beribadah.

Kesadaran demi perdamaian dimulai dari hal-hal kecil: menahan amarah, menjaga ucapan, tidak mudah menyebarkan kebencian, serta mau saling memahami perbedaan. Dalam kehidupan sehari-hari, konflik sering kali muncul bukan karena masalah besar, melainkan karena kurangnya kesadaran dan keinginan untuk saling menghargai.

Jika setiap individu memiliki dan menanam kesadaran social untuk mengamalkan nilai-nilai dasar Pancasila, maka nila-nilai kemanusiaan akan tumbuh dengan subur.

Marilah kita mendoa kepada Allah agar bangsa Indonesia dapat mewujudkan hidup toleran dengan sila Ketuhanan, saling menghormati dan bersikap adil dan beradab dengan sila Kemanusian, menjaga persatuan dengan sila Persatuan, gemar bersmusyawarah, dan memiliki cita-cita mewujudkan keadila social bagi seluruh rakyat Indonesia. Menanam kesadaran akan menumbuhkan kemanusiaan. (Amri-untuk Indonesia)

"Mendidik dan membangun semata mata beribadah kepada Allah"