INDRAMAYU, lognews.co.id - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Mahad Al-Zaytun Tahun Ajaran 2026/2027 terus berlangsung hingga Kamis (25/6/2026). Para pendaftar berasal dari berbagai daerah, di antaranya Banten, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Sejak pagi, kawasan Mahad Al-Zaytun tampak dipadati calon santri bersama orang tua yang datang menggunakan kendaraan pribadi maupun armada bus rombongan.
PPDB tahun ini dibuka untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Khusus jenjang MA, tersedia pilihan program reguler, pertanian, dan perkapalan.
Kepercayaan Orang Tua Terus Berlanjut
Di tengah ramainya proses pendaftaran, salah satu wali calon peserta didik, Karlina, warga Serpong, Tangerang Selatan, mengaku kembali mempercayakan pendidikan anaknya di Mahad Al-Zaytun.
Putra bungsunya, Akmal Majid Ramadan yang berusia tujuh tahun, didaftarkan sebagai calon siswa kelas 1 MI. Menurut Karlina, keputusan tersebut bukanlah yang pertama bagi keluarganya. Sebelumnya, delapan anaknya juga pernah mengenyam pendidikan di Al-Zaytun. Lima di antaranya telah lulus, sedangkan tiga lainnya masih menempuh pendidikan di lingkungan mahad.
Ia menuturkan bahwa rasa aman menjadi salah satu alasan utama keluarganya terus memilih Al-Zaytun sebagai tempat pendidikan anak-anaknya. Selain itu, Akmal juga memiliki keinginan sendiri untuk bersekolah di tempat yang sama agar dapat berkumpul dengan kakak-kakaknya dan memiliki banyak teman.
One Pipe Education System Jadi Daya Tarik
Ketua Panitia PPDB Mahad Al-Zaytun, Ust. Muhammad Iqbal Aulia, S.Sos, mengatakan tingginya minat masyarakat dari berbagai daerah menunjukkan bahwa konsep pendidikan yang diterapkan Al-Zaytun masih memperoleh kepercayaan luas dari masyarakat.
Menurutnya, Mahad Al-Zaytun terus mengembangkan sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi melalui konsep One Pipe Education System, yaitu sistem pendidikan yang berlangsung secara berkesinambungan dalam satu ekosistem tanpa terputus antarjenjang.
"Kami menyampaikan sejak awal kepada para wali pelajar bahwa pendidikan di Al-Zaytun merupakan sistem satu pipa. Khusus jenjang menengah merupakan satu paket selama enam tahun sehingga proses pembentukan karakter dapat berlangsung secara utuh," ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, konsep tersebut juga sejalan dengan gagasan transformasi pendidikan yang pernah disampaikan Syekh Al-Zaytun, yakni mendorong lahirnya pusat-pusat pendidikan berasrama di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, apabila konsep itu berkembang, lulusan Al-Zaytun diharapkan dapat kembali ke daerah masing-masing untuk membangun lembaga pendidikan serupa.
Iqbal menambahkan, mayoritas wali peserta didik memberikan respons positif terhadap konsep tersebut karena dinilai mampu menjaga kesinambungan pendidikan sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih aman bagi anak-anak.
Evaluasi Berkelanjutan dan Pelibatan Alumni
Sebagai Ketua Panitia PPDB sejak 2020, Iqbal mengatakan setiap penyelenggaraan PPDB selalu diakhiri dengan evaluasi menyeluruh. Seluruh hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan pada pelaksanaan penerimaan peserta didik tahun berikutnya.
Selain itu, pelaksanaan PPDB juga melibatkan pelajar kelas akhir dan para alumni. Menurutnya, keterlibatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman manajerial kepada para pelajar sekaligus memperkuat ikatan mereka dengan almamater.
"Kami melibatkan pelajar agar mereka mengenal bagaimana manajemen rekrutmen peserta didik. Sementara guru-guru muda yang sebagian besar merupakan alumni juga ikut menjadi bagian dari kepanitiaan sehingga hubungan mereka dengan Al-Zaytun tidak pernah terputus," katanya.
Tahapan Administrasi hingga Penempatan Asrama
Seluruh calon peserta didik mengikuti serangkaian tahapan administrasi di Gedung Pendopo. Proses tersebut meliputi pemeriksaan biodata, penyerahan dokumen persyaratan seperti akta kelahiran, kartu keluarga, tes kesehatan, wawancara, tes tahfiz, penyelesaian administrasi, hingga akad kesepahaman.
Setelah seluruh tahapan selesai, peserta diarahkan menuju asrama sesuai jenjang pendidikan. Santri MI ditempatkan di Asrama Persahabatan, sedangkan santri MTs menempati Asrama Al Madani dan Al Mustafa.
Iqbal mengajak masyarakat yang belum mendaftarkan putra-putrinya untuk memanfaatkan kesempatan yang masih dibuka hingga 27 Juni 2026.
"Silakan datang ke Mahad Al-Zaytun di Gantar, Indramayu. Mahad Al-Zaytun adalah pusat pendidikan, pengembangan budaya toleransi dan perdamaian menuju masyarakat yang sehat, cerdas, dan manusiawi," pungkasnya. (Sahil untuk Indonesia)



