الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Rudi Winarso Melukis dengan Kopi KMD Al Zaytun?

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Perupa dan pelukis kontemporer Rudi Winarso, S.SN., M.SN. mencuri perhatian para tamu dalam rangkaian Milad ke-80 Syaykh Al Zaytun. Di Pelataran Grand Musholla Rahmatan Lil'alamin, ia menampilkan aksi melukis secara langsung dengan menggunakan Kopi KMD (Kopi Masyikhoh Deles) sebagai media pewarna alami.

Aksi melukis tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam perayaan Milad karena memadukan seni rupa dengan pemanfaatan produk unggulan Al Zaytun.

Kopi KMD Menginspirasi Proses Berkarya

Rudi mengaku tidak menyangka dapat berkarya secara langsung di hadapan para tamu yang hadir. Baginya, kesempatan tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

"Jadi saya juga tidak menyangka kalau saya sampai melihat langsung proses saya berkarya. Jadi bagi saya kebanggaan luar biasa," ujarnya.

Ia menceritakan, malam sebelum kegiatan berlangsung dirinya menikmati Kopi KMD (Kopi Masyikhoh Deles) di Wisma Al Zaytun. Dari pengalaman tersebut, ia menemukan bahwa kopi tersebut memiliki karakter yang sangat cocok digunakan sebagai media melukis.

"Semalam kita datang di Wisma, kita ngopi-ngopi. Ternyata kopinya cocok untuk menggambar. Tadi saya langsung membawa kopi ini, produk dari sini, Kopi KMD," katanya.

Karakter Kopi KMD Menghasilkan Gradasi Warna Alami

Menurut Rudi, Kopi KMD tidak hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga mampu menghasilkan karakter warna yang berbeda ketika diaplikasikan ke media lukis.

Ia menjelaskan bahwa kopi yang disajikan di Wisma memiliki karakter lebih lembut dengan sentuhan rasa seperti mentega, sedangkan kopi KMD dengan karakter lebih kuat menghasilkan warna yang lebih pekat sehingga memberikan gradasi yang menarik pada lukisan.

"Kalau yang di Wisma lebih soft, ada unsur seperti mentega. Untuk pewarna hasilnya lebih gelap. Jadi semuanya saling melengkapi," jelasnya.

Produk Lokal Menjadi Material Seni Berkualitas

Bagi Rudi, pengalaman tersebut membuktikan bahwa karya seni tidak harus selalu menggunakan cat impor. Produk lokal seperti Kopi KMD (Kopi Masyikhoh Deles) mampu menghadirkan warna alami yang kaya sekaligus memiliki nilai artistik tinggi.

"Ini menjadi art material. Bukan cat yang kita impor dari Eropa, tetapi produk di Al Zaytun bisa menghasilkan warna yang lengkap. Semua ini dari kopi," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa alam telah menyediakan berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara kreatif oleh para seniman.

"Semua bisa dimanfaatkan. Kopi ini bisa kita minum, sekaligus bisa digunakan untuk menggambar. Jadi jangan melihat ini sebagai keterbatasan," tuturnya.

Apresiasi untuk Syaykh Al Zaytun

Dalam kesempatan tersebut, Rudi juga menyampaikan apresiasi kepada Syaykh Al Zaytun. Menurutnya, semangat, nilai kesetaraan, dan sikap inklusif yang ditunjukkan merupakan sesuatu yang langka dan layak menjadi inspirasi.

"Bagi saya itu hal yang sangat langka di negeri ini. Jangan lelah menjadi pejuang di tengah kondisi dunia seperti sekarang. Negeri ini membutuhkan sosok yang mampu memberikan pencerahan dan menginspirasi, terutama bagi generasi muda," ucapnya.

Menutup penyampaiannya, Rudi Winarso turut mengucapkan selamat ulang tahun kepada Syaykh Al Zaytun seraya berharap semangat membangun peradaban, mengembangkan kreativitas, dan menginspirasi generasi muda terus berlanjut.(saheel untuk Indonesia)