الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Semangat Tanpa Batas, Tutor dan Warga Belajar PKBM Al-Zaytun Semarakkan HUT ke-81 RI

تقييم المستخدم: 3 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terasa di lingkungan PKBM Al-Zaytun. Minggu, 9 Agustus 2026, halaman Gedung Bazar, Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Indramayu, dipenuhi suasana meriah yang melibatkan Paguyuban Istri Peduli (PIP) dan Warga Belajar (WB) PKBM Al-Zaytun.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat kemerdekaan melalui berbagai aktivitas kebugaran, seni, dan perlombaan.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan agenda kebugaran bersama. Di bawah panduan instruktur Nur Rohmah, para peserta mengikuti gerakan mulai dari pemanasan hingga pendinginan dengan penuh antusias.

Suasana semakin meriah saat waktu rehat diisi penampilan Tim Angklung Srikandi PIP. Alunan lagu "Lir-Ilir" dan irama dinamis "Poco-Poco" berhasil membangkitkan semangat para peserta sebelum memasuki rangkaian perlombaan.

Memasuki pukul 09.00 WIB, suasana Gedung Bazar berubah menjadi lebih riuh. Meski sejumlah warga belajar berhalangan hadir, kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme setiap kelas untuk mengirimkan perwakilan dalam berbagai cabang perlombaan.

Ragam Lomba dan Unjuk Kreativitas

Perlombaan dipandu oleh Nur Rohmah dan diawali dengan Lomba Persatuan Indonesia atau Happy Fun yang difasilitasi Ustadz Khoerun.

Dalam lomba tersebut, ketangkasan dan fokus peserta diuji melalui permainan baris-berbaris. Peserta harus mengikuti perintah yang diberikan, termasuk ketika instruksi harus direspons secara terbalik.

Peserta yang terkecoh harus meninggalkan barisan. Situasi tersebut justru mengundang gelak tawa dari para penonton dan membuat suasana perlombaan semakin meriah.

Selanjutnya, kesetiakawanan dan nilai-nilai Pancasila diuji melalui Lomba Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tanggung jawab Umi Umutiah.

Mengusung tema gotong royong, peserta ditantang memindahkan bola kecil menggunakan tali rafia yang dipegang oleh empat orang tanpa menyentuh bola secara langsung.

Sorak-sorai dan tawa peserta maupun penonton pecah ketika bola terjatuh sebelum mencapai garis finis.

Selain perlombaan permainan, kreativitas dan pengalaman warga belajar serta tutor juga dituangkan melalui sejumlah cabang lainnya.

Lomba Autobiografi menjadi wadah bagi peserta untuk mengabadikan rekam jejak perjalanan spiritual dan edukatif selama berada di Ma’had dan PKBM Al-Zaytun. Lomba tersebut dihimpun oleh Ustadz Hartono.

Sementara itu, Lomba Baca Puisi dinilai oleh Ustadz Suwandi, Ustadz Puji, dan Ustadzah Sri Wahyuni.

Adapun Lomba Menyanyi menghadirkan lagu wajib Mars PKBM serta lagu pilihan daerah. Penilaian dilakukan oleh Ustadz Munajat, Ustadzah Sri Wahyuni, dan Ustadz Giarto.

Semangat Pantang Menyerah di Atas Panggung

Di tengah kemeriahan perlombaan, terdapat sejumlah momen yang menyentuh perhatian para peserta.

Salah satunya terjadi saat Lomba Baca Puisi. Seorang warga belajar bernama Sri Utami tampil membacakan puisi di hadapan peserta dan juri.

Dengan kondisi fisik dan keterbatasan berjalan akibat sakit yang dialaminya, Sri Utami bahkan harus mendapatkan bantuan saat melangkah. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan keberaniannya untuk tampil dan menyampaikan bait-bait puisi dengan penuh penjiwaan.

Semangat Sri Utami menjadi gambaran bahwa ruang belajar dan berkarya tetap dapat diakses serta dijalani tanpa menjadikan keterbatasan fisik sebagai penghalang.

Momen menarik juga terjadi dalam Lomba Menyanyi. Perwakilan kelas, Sutinem, memberanikan diri tampil secara solo.

Dengan karakter vokal yang jernih dan ekspresi yang penuh penghayatan, penampilan Sutinem berhasil mencuri perhatian para peserta dan dewan juri.

Kebersamaan hingga Penutupan

Sembari menunggu dewan juri merumuskan hasil penilaian, suasana di area Gedung Bazar semakin akrab.

Musik yang dimainkan mengundang tutor, warga belajar, hingga pengurus paguyuban untuk bernyanyi dan bergoyang bersama. Sekat-sekat formalitas pun mencair, berganti dengan suasana penuh tawa dan kekeluargaan.

Tepat pukul 13.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan resmi ditutup.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kebugaran dan perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara tutor, warga belajar, dan keluarga besar PKBM Al-Zaytun.

Seluruh peserta meninggalkan lokasi dengan membawa pengalaman, kebahagiaan, serta cerita tentang kebersamaan dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Alhamdulillah.

Oleh: Sri Wahyuni, S.Pd.
Tutor PKBM Al-Zaytun