lognews.co.id, Jakarta – Istilah “Gummy Bear Mom” merujuk pada pendekatan pola asuh yang lebih santai namun tetap seimbang dalam mengelola kebiasaan makan anak. Alih-alih menerapkan larangan ketat terhadap makanan tertentu, konsep ini menekankan moderasi, kesadaran, dan hubungan yang sehat dengan makanan sejak dini. Jumat (30/1/2026).
Pendekatan gummy bear mom bertujuan membantu anak mengenal berbagai jenis makanan tanpa rasa takut maupun rasa bersalah. Anak diajak memahami bahwa makanan bukan sesuatu yang perlu dihindari, melainkan dinikmati secara bijak dalam kerangka pola makan seimbang.
Meski istilahnya sering dilekatkan pada peran ibu, konsep ini sejatinya dapat diterapkan oleh siapa saja yang berperan sebagai pengasuh anak. Esensi pendekatan ini bukan membebaskan anak mengonsumsi camilan manis tanpa batas, melainkan membimbing mereka membangun kesadaran tentang pola makan sehat.
Tren gummy bear mom mulai dikenal luas melalui media sosial, terutama TikTok. Salah satu kreator yang kerap membahas konsep ini adalah Jersey Justyna melalui akun @drjustyna. Istilah “gummy bear” dipilih sebagai simbol camilan manis yang identik dengan masa kanak-kanak sekaligus merepresentasikan pola asuh yang tidak kaku, tetapi tetap penuh pertimbangan.
Dalam berbagai kontennya, Jersey Justyna menjelaskan bahwa gummy bear mom kerap dipahami sebagai kebalikan dari konsep “almond mom”. Jika almond mom identik dengan pengaturan ketat pola makan demi alasan kesehatan, gummy bear mom lebih terbuka terhadap camilan dan makanan populer di kalangan anak-anak.
Bagi sebagian orang tua, pendekatan ini terasa relevan karena mereka dibesarkan dalam lingkungan dengan aturan makan yang sangat ketat. Mereka kemudian memilih pendekatan yang lebih fleksibel agar anak dapat membangun hubungan yang lebih positif dengan makanan.
Secara prinsip, gummy bear mom tidak membagi makanan ke dalam kategori baik atau buruk. Anak diajak memahami bahwa semua jenis makanan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat jika dikonsumsi secara sadar dan seimbang. Camilan manis tetap diperbolehkan dalam porsi wajar, tanpa rasa bersalah, sembari anak dikenalkan pada pentingnya nutrisi dan keseimbangan.
Ciri Utama Pendekatan Gummy Bear Mom
Beberapa karakteristik utama pola asuh gummy bear mom antara lain:
- Mengizinkan camilan manis setelah anak mengonsumsi makanan utama yang seimbang sebagai bentuk moderasi.
- Menyimpan camilan seperti keripik, permen, atau biskuit di rumah tanpa melabelinya sebagai makanan terlarang.
- Menyiapkan bekal dengan kombinasi buah, makanan utama, dan camilan manis dalam porsi kecil.
- Mengajak anak aktif bergerak melalui permainan dan aktivitas keluarga tanpa mengaitkannya dengan kewajiban membakar kalori.
- Menyajikan masakan rumahan hampir setiap hari, namun tetap menikmati makanan cepat saji sesekali.
- Mendorong konsumsi sayur dengan pendekatan persuasif, bukan paksaan.
- Menghargai sinyal kenyang anak dan tidak memaksa mereka menghabiskan makanan.
- Tidak mengontrol secara detail setiap makanan yang dikonsumsi anak selama pola makan keseluruhan tetap seimbang.
Fenomena gummy bear mom menunjukkan perubahan cara pandang orang tua dalam mendampingi anak membangun hubungan dengan makanan. Pendekatan ini menekankan keseimbangan, empati, dan kesadaran, tanpa menjadikan makanan sebagai sumber ketakutan atau rasa bersalah.
Dengan memberi ruang bagi anak mengenal berbagai jenis makanan secara wajar, pola asuh gummy bear mom membantu anak belajar mendengarkan sinyal tubuhnya, memahami konsep moderasi, serta membangun hubungan yang lebih positif dengan makanan, tubuh, dan kesehatan jangka panjang. (Amri-untuk Indonesia)


