lognews.co.id – Di tengah tren gaya hidup konsumtif dan kemudahan transaksi digital, metode menabung tradisional asal Jepang bernama Kakeibo kembali menjadi perbincangan. Teknik pengelolaan keuangan ini diklaim mampu membantu memangkas pengeluaran tidak perlu hingga sekitar 25 persen serta mempercepat akumulasi tabungan secara bertahap.
Metode ini pertama kali diperkenalkan pada 1904 oleh jurnalis Jepang Makoto Hani dan kembali populer secara global melalui buku Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money karya Fumiko Chiba pada 2017. Prinsip dasarnya serupa dengan budgeting modern, yakni mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran. Perbedaannya, Kakeibo menekankan pencatatan manual menggunakan buku tulis, bukan aplikasi digital, sebagai proses reflektif untuk memahami kebiasaan belanja.
Pertanyaan Reflektif Sebelum Membeli
Dalam praktiknya, metode ini mendorong individu bertanya pada diri sendiri sebelum melakukan transaksi, antara lain:
- Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?
- Apakah kondisi keuangan saya memungkinkan?
- Apakah barang ini akan digunakan secara rutin?
- Apakah saya memiliki tempat untuk menyimpannya?
- Dari mana saya mengetahui barang ini?
- Bagaimana kondisi emosi saya saat ini?
- Perasaan apa yang muncul setelah membeli dan berapa lama bertahan?
Enam Langkah Menabung ala Kakeibo
1. Mencatat seluruh pemasukan
Semua sumber pendapatan dicatat di awal bulan, baik gaji utama maupun penghasilan tambahan, dengan tulisan tangan agar lebih disadari secara psikologis.
2. Menabung di awal, baru membagi pos pengeluaran
Sisa dana kemudian dialokasikan ke empat kategori utama:
- Survival: kebutuhan pokok seperti makan dan tagihan.
- Optional: hiburan dan konsumsi sekunder.
- Culture: buku, film, atau kegiatan pengembangan diri.
- Extra: pengeluaran tak terduga.
3. Menunda pembelian 24 jam
Waktu tunggu satu hari membantu membedakan kebutuhan dan keinginan impulsif.
4. Rutin mengecek saldo rekening
Kebiasaan ini meningkatkan kesadaran batas pengeluaran.
5. Membuat pengingat di dompet
Catatan sederhana seperti “Apakah ini benar-benar perlu?” berfungsi sebagai rem psikologis saat berbelanja.
6. Mengutamakan transaksi tunai
Penggunaan uang fisik membuat pengeluaran terasa lebih nyata dibanding kartu atau dompet digital.
Kakeibo menempatkan kesadaran finansial sebagai fondasi, bukan sekadar angka. Dengan pendekatan manual dan reflektif, metode ini membantu individu memahami pola konsumsi, menekan belanja impulsif, serta membangun disiplin menabung secara konsisten. (Amri-untuk Indonesia)


