lognews.co.id, Jakarta — Niat puasa Ramadhan dibaca pada malam hari hingga sebelum waktu subuh sebagai penegasan ibadah wajib yang akan dijalankan keesokan harinya, sedangkan doa berbuka puasa dibaca saat waktu magrib tiba sebagai bentuk syukur atas rezeki dan kesempatan menyempurnakan ibadah puasa.
Bacaan niat puasa Ramadhan dalam lafaz latin yaitu “Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā” yang memiliki arti “Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.” Niat ini cukup diucapkan dalam hati sebagai ketetapan ibadah.
Sementara doa berbuka puasa yang umum dibaca umat Muslim berbunyi “Allahumma laka sumtu wa bika amantu wa‘ala rizqika afthartu, birrahmatika yā arhamar rāhimīn” yang berarti “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Niat dan doa tersebut menjadi rangkaian penting dalam ibadah puasa Ramadhan karena mengandung unsur keteguhan hati, rasa syukur, serta penguatan nilai spiritual selama menjalankan rukun Islam yang keempat.
Pemahaman bacaan niat dan doa berbuka membantu umat Muslim menjalankan ibadah puasa secara lebih khusyuk, terarah, dan sesuai tuntunan syariat sepanjang bulan suci Ramadhan. (Amri-untuk Indonesia)


