lognews.co.id, Jakarta – Indonesia tercatat sebagai negara paling kecanduan ponsel di Asia Tenggara dan menempati peringkat kedua dunia dalam durasi penggunaan aplikasi sepanjang 2025. Data tersebut terungkap dalam laporan firma riset global Sensor Tower yang dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026.
Sepanjang tahun lalu, masyarakat Indonesia menghabiskan total 414 miliar jam di depan layar aplikasi ponsel. Angka itu hanya kalah dari India yang memimpin daftar global dengan 1,2 triliun jam penggunaan.
Laporan tersebut menunjukkan, konsumsi aplikasi di Indonesia didominasi oleh kategori media sosial, dengan TikTok menjadi platform yang paling banyak diakses. Selain itu, aplikasi drama pendek seperti Melolo mencatat lonjakan pertumbuhan unduhan hingga 329% sepanjang 2025.
Tak hanya hiburan, penggunaan aplikasi juga meluas ke sektor utilitas dan ekonomi digital, termasuk aplikasi perbankan, dompet digital, pinjaman online, layanan streaming (OTT), pesan instan, telekomunikasi, hingga e-commerce.
Nomor 1 di Asia Tenggara
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara dengan durasi penggunaan aplikasi tertinggi. Indonesia mengungguli Filipina yang berada di peringkat ke-8 global, Vietnam di posisi ke-11, serta Thailand di urutan ke-15.
Sementara itu, Malaysia, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Laos tidak masuk dalam 20 besar negara dengan durasi penggunaan aplikasi tertinggi.
Menariknya, China yang dikenal sebagai pusat industri aplikasi global justru berada di posisi ke-9 dengan total durasi sekitar 148 miliar jam, jauh di bawah Indonesia.
Dampak Sosial dan Produktivitas
Lonjakan durasi penggunaan layar dinilai menjadi alarm serius bagi aspek kesehatan mental dan produktivitas masyarakat. Intensitas konsumsi konten digital yang sangat tinggi berpotensi memicu ketergantungan, penurunan konsentrasi, hingga gangguan pola tidur.
Meski demikian, tingginya angka tersebut juga mencerminkan percepatan transformasi digital nasional, termasuk penetrasi layanan keuangan digital dan e-commerce yang semakin masif.
Dengan durasi ratusan miliar jam dalam setahun, Indonesia kini bukan hanya pasar digital besar, tetapi juga salah satu negara dengan tingkat paparan layar tertinggi di dunia.
(Amri-untuk Indonesia)



