Friday, 30 January 2026

Keresahan Netizen +62 dan Dugaan Pengalihan Isu di Media Sosial

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Oleh: By: Latief WeHa (Menanam Kesadaran
Menumbuhkan Kemanusiaan)

lognews.co.id - Diruang digital Indonesia, keresahan netizen +62 kembali mengemuka. Banyak warganet menilai bahwa perhatian publik seolah diarahkan pada isu-isu yang dianggap “recehan”, sementara perkara besar seperti musibah di Sumatra tidak mendapatkan porsi perhatian yang sepadan.

Dalam persepsi ini, muncul dugaan bahwa aktivitas buzzer media sosial ikut berperan membanjiri linimasa dengan topik-topik lain yang sensasional namun berulang, seperti polemik figur publik (semisal kasus perselingkuhan dan perceraian Ridwan Kamil) atau isu ijazah palsu yang bergulir berjilid-jilid.

Bagi netizen, pola ini terasa familiar: saat sebuah persoalan besar menyentuh kepentingan luas dan menuntut akuntabilitas, tiba-tiba ruang publik dipenuhi perdebatan lain yang memancing emosi dan keterlibatan tinggi.

Alhasil, fokus publik terpecah. Diskursus tentang substansi penanganan musibah, tanggung jawab, dan pemulihan tergeser oleh adu opini yang ramai namun dangkal.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan kritis tentang ekosistem informasi kita. Apakah algoritma dan ekonomi atensi mendorong isu tertentu menjadi viral?

Apakah ada orkestrasi narasi melalui buzzer untuk menguatkan topik tertentu agar terus naik daun? Terlepas dari benar tidaknya dugaan tersebut, keresahan netizen mencerminkan kebutuhan akan literasi media yang lebih kuat dan jurnalisme yang konsisten pada kepentingan publik.

Lalu, apa sebutan teknik menutupi kasus besar dengan memviralkan berita recehan?

Dalam kajian komunikasi dan media, praktik ini kerap disebut dengan beberapa istilah, antara lain:

Distraction/Diversion Technique (teknik pengalihan isu): mengalihkan perhatian publik dari isu utama ke isu lain yang lebih mudah menyita emosi.

Smokescreen: “tabir asap” informasi untuk menutupi persoalan inti.

Agenda Setting: upaya memengaruhi apa yang dianggap penting oleh publik melalui penonjolan isu tertentu.

Manufactured Controversy: kontroversi yang diproduksi atau diperbesar agar mendominasi percakapan.

Astroturfing (jika melibatkan akun-akun terkoordinasi): penciptaan kesan dukungan atau penolakan publik yang masif secara artifisial.

Kesimpulannya, keresahan netizen +62 adalah alarm bagi semua pihak media, platform, dan publik untuk kembali memusatkan perhatian pada isu-isu berdampak besar.

Di tengah banjir informasi, kemampuan memilah, menuntut kedalaman liputan, dan menjaga fokus pada kepentingan bersama menjadi kunci agar ruang publik tidak mudah teralihkan.