Wednesday, 28 January 2026

Robot Tangan Cerdas Meniru Ketangkasan Manusia

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Dunia – Kemampuan tangan manusia selama ini dianggap sebagai puncak ketangkasan, namun teknologi terus berkembang melampaui batas tersebut. Dalam sebuah studi terbaru, ilmuwan berhasil menciptakan perangkat robot tangan dengan jari-jari super gesit yang mampu meniru bahkan melampaui fungsi tangan manusia. (27/1/26)

Robot inovatif ini dikembangkan oleh para peneliti Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne. Perangkat tersebut memiliki ukuran sekitar 16 sentimeter dengan enam jari berbahan silikon yang mampu melakukan hingga 33 jenis genggaman serta mengangkat benda dengan berat mencapai 2 kilogram.

Berbeda dengan tangan manusia, tangan robot ini dapat memegang benda dari kedua sisi telapak tangan. Struktur jari yang multi-sendi membuatnya mampu mencengkeram beberapa objek sekaligus dengan presisi tinggi.

“Tidak ada batasan jumlah benda yang dapat dipegang. Jika diperlukan, jumlah jari bisa ditambah,” ujar Aude Billard, kepala Laboratorium Algoritma dan Sistem Pembelajaran di Institut Teknologi Federal Swiss, dikutip dari IFL Science.

Keunikan lainnya, tangan robot ini dapat terlepas dari lengannya dan bergerak sendiri di permukaan seperti laba-laba. Dengan menggunakan jari sebagai alat gerak, perangkat ini tetap mampu mengambil dan membawa objek.

Teknologi yang disebut ‘manipulasi loko’ ini menggabungkan kemampuan manipulasi objek dengan mobilitas otonom, sehingga memiliki potensi besar untuk industri robotika, layanan, hingga eksplorasi ilmiah.

Menariknya, desain tangan robot ini terinspirasi dari alam. Para peneliti mencontoh kemampuan organisme seperti gurita dan serangga yang memiliki anggota tubuh serbaguna untuk bergerak dan menangkap objek.

Ke depan, teknologi ini diproyeksikan tidak hanya untuk industri, tetapi juga pengembangan prostetik atau anggota tubuh buatan generasi baru. Desain simetris dan fleksibel dinilai dapat membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi robotik dan medis.

Inovasi ini menunjukkan bahwa batas antara kemampuan manusia dan mesin semakin kabur, sekaligus membuka babak baru dalam evolusi teknologi robotika modern. (Amri-untuk Indonesia)