lognews.co.id, Beijing – Fenomena warga lanjut usia (lansia) di China yang aktif menjadi kreator konten digital kian berkembang dan menjadi tren baru dalam menikmati masa pensiun. Dengan memanfaatkan ponsel pintar dan media sosial, para lansia tidak lagi sekadar menjadi penonton, tetapi ikut memproduksi video pendek, berbagi cerita hidup, hingga menampilkan hobi mereka secara daring.
Salah satu contoh datang dari seorang lansia bermarga Liu di Kota Dalian, Provinsi Liaoning. Pria yang mendekati usia 70 tahun tersebut rutin membuat video kuliner rumahan dan berhasil mengumpulkan lebih dari lima juta pengikut di platform Douyin, versi China dari TikTok. Aktivitas ini bermula setelah ia pensiun pada 2017 dan terdorong mencoba media sosial atas saran keluarga.
Data Pusat Informasi Jaringan Internet China menunjukkan bahwa per Juni 2025 jumlah pengguna internet lansia di China mencapai sekitar 161 juta orang, atau lebih dari separuh populasi lansia di negara tersebut. Lansia kini tidak hanya berselancar di internet, tetapi juga aktif menciptakan konten yang berkisar dari kuliner, musik, kerajinan, hingga kisah nostalgia masa lalu.
Platform berbagi gaya hidup Xiaohongshu atau Rednote yang sebelumnya identik dengan pengguna muda juga mengalami peningkatan partisipasi lansia. Hingga akhir 2024, pengguna aktif bulanan berusia di atas 60 tahun dilaporkan melampaui 30 juta, sementara jumlah kreator lansia meningkat pesat dengan ratusan juta konten yang telah dipublikasikan.
Tren ini turut didorong kebijakan pemerintah China yang memperkuat pengembangan “ekonomi perak” atau sektor ekonomi berbasis kebutuhan lansia. Pedoman resmi pemerintah menekankan pentingnya aktivitas budaya, olahraga, serta pengembangan industri konten ramah lansia, mulai dari literatur hingga video pendek.
Selain dukungan kebijakan, berbagai lembaga publik juga membuka kursus literasi digital bagi lansia, termasuk pelatihan penggunaan ponsel pintar, belanja daring, hingga penyuntingan video. Sektor swasta pun berperan melalui pengembangan fitur ramah lansia seperti ukuran huruf lebih besar dan antarmuka sederhana.
Fenomena ini memperlihatkan pergeseran persepsi penuaan di China, di mana masa pensiun tidak lagi identik dengan keterbatasan aktivitas, melainkan fase produktif untuk mengekspresikan diri, membangun komunitas, dan tetap terhubung dengan generasi muda melalui ruang digital.
(Amri-untuk Indonesia)


