Lognews.co.id, Banda Aceh - Setelah mengikuti pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara di beberapa kota di Indonesia, 200 pelajar penerima beasiswa ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) dari daerah khusus di enam provinsi siap menjalani pendidikan menengah di ibu kota masing-masing. (16/07/2023)
Beasiswa ADEM, yang diberikan kepada siswa lulusan SMP/MTs sederajat dari Papua, daerah khusus, dan repatriasi, memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, memberikan pesan kepada para pelajar penerima beasiswa ADEM untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Dia mengungkapkan bahwa kurikulum merdeka yang diterapkan dalam pendidikan menengah akan memungkinkan siswa untuk belajar secara praktis dan menerapkan pengetahuan mereka di dunia nyata.
Mendikbudristek juga memberikan motivasi kepada para pelajar untuk meraih prestasi sebanyak mungkin selama tiga tahun di SMA/SMK. Dia menginformasikan tentang peluang-peluang beasiswa untuk jenjang S-1 yang dapat diikuti setelah lulus, seperti Beasiswa Indonesia Maju, Beasiswa LPDP, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Prestasi selama masa sekolah menjadi poin pertimbangan dalam seleksi beasiswa, sehingga para pelajar diminta untuk belajar dengan maksimal, berkarya, dan meraih prestasi tinggi.
Beasiswa ADEM merupakan komitmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Layanan Pendidikan (Puslapdik) untuk memberikan kesempatan dan keberpihakan kepada siswa dari Papua, daerah khusus, dan anak-anak repatriasi agar mendapatkan pendidikan menengah berkualitas. Pada saat pembekalan, para pelajar diberikan materi mengenai mengenal diri dan kepribadian, rencana hidup dan cita-cita, perilaku hidup bersih sehat, literasi keuangan dan literasi digital, organisasi dan kerelawanan, wawasan kebangsaan, serta menyusun proyek sosial.
Kepala BPMP Provinsi Aceh, Muhammad Anis, memberikan pesan kepada siswa ADEM untuk menentukan target dalam pendidikan dan bermimpi meraih cita-cita. Anis menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan anak-anak Indonesia tertinggal dalam pendidikan.
Para pelajar penerima beasiswa ADEM dari berbagai daerah menyambut pembekalan dengan antusias. Mereka merasa senang dan bahagia karena mendapatkan wawasan kebangsaan dan kesempatan untuk bersosialisasi dengan teman-teman baru. Para pelajar juga berbagi cita-cita dan harapan untuk masa depan mereka, serta menyampaikan keseruan dalam mengikuti pembekalan dan pelatihan ini.
Program Beasiswa ADEM telah dialokasikan untuk 1.000 siswa baru pada tahun 2023. Dari jumlah tersebut, 500 beasiswa diberikan kepada pelajar di wilayah Papua, 200 beasiswa untuk pelajar di daerah khusus, dan 300 beasiswa untuk pelajar repatriasi. Pembekalan bagi pelajar repatriasi akan dilaksanakan pada September 2023 mendatang.
Dengan adanya Program Beasiswa ADEM, diharapkan para pelajar ini dapat mengembangkan diri dan meraih kesuksesan dalam pendidikan mereka. Program ini juga merupakan langkah dalam memperkuat akulturasi budaya serta menjaga kebinekaan dan keindonesiaan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (rifAI)


