Monday, 26 January 2026

Dunia Sastra Berduka, Seorang Sastrawan Flores Meninggal Dunia

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

lognews.co.id, Nasional- Dunia sastra berduka, seorang sastrawan sekaligus kritikus Ignas Kleden asal Flores meninggal dunia.

Ignas Kleden meninggal pada Senin (22/1/24) dini hari.

“Telah berpulang dalam damai, Bapak Ignas Kleden pada Senin, 22 Januari pukul 03.46 WIB di RS Suyoto, Jakarta Selatan”.

Ignas Kleden lahir dan besar di Waibalun, Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 19 Mei 1948.  Ignas memulai karir sebagai sastrawan sejak awal tahun 1970-an.

Ignas aktif dalam menulis esai dan termuat di berbagai media massa. “ Buku Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan” adalah judul cerpen pilihan yang pernah terbit di Harian Kompas tahun 1997.

Pada tahun 2003, Ignas Kleden bersama sastrawan Sapardi Djoko Darmono menerima penghargaan Achmad Bakrie. Penghargaan ini dinilai karena kontribusi yang telah diberikan bagi dunia ilmu pengetahuan dan pemikiran sosial di Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih tajam esai dan kritik kebudayaannya.

Ignas juga pernah bekerja sebagai penerjemah buku-buku teologi di Penerbit Nusa Indah, Ende, Flores.

Ia sempat pula bekerja sebagai editor di Yayasan Obor Jakarta pada tahun 1996-1997, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta pada tahun  1997-1998, dan juga Society For Political and Economic Studies,  Jakarta. Bahkan pada tahun 2000 ia mendirikan Pusat Pengkajian Indonesia Timur bernama Go East.

Semasa hidupnya, Ignas Kleden juga pernah menulis kata pengantar untuk Mempertimbangkan Tradisi karya Rendra tahun 1993, Catatan Pinggir 2 karya Goenawan Mohamad 1989, dan Yel karya Putu Wijaya pada 1995.  

Menurut Benny K Harmawan, Ignas adalah intelektual besar yang pernah dimiliki oleh Bangsa Indonesia sekaligus juga menjadi lilin bagi masyarakat dan bangsanya. (Rafif untuk Indonesia)