Wednesday, 04 February 2026

Inovasi Olahan Singkong 2026 Jadi Ladang Cuan, Dari Kuliner Hingga Pakan Industri

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Bogor – Siapa sangka tanaman rakyat yang dulu dianggap sebelah mata kini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi dengan pemanfaatan singkong secara inovatif kini merambah berbagai lini bisnis mulai dari kuliner kelas atas, industri tepung, hingga solusi pakan ternak berkualitas, yang secara efektif meningkatkan pendapatan petani di berbagai daerah Indonesia.

Pada Sabtu, 3 Januari 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara resmi memperkuat UMKM pengolahan singkong di Kabupaten Bogor melalui pemberian bantuan alat produksi modern. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan stok pangan lokal seperti singkong tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar global melalui produk turunan yang variatif.

Melalui bantuan alat pengolahan industry singkong membuka peluang baru bagi ekonomi Masyarakat yang dapat mengembangkan berbagai variasi produk turunan singkong. Selain tepung tapioka, singkong dapat diolah menjadi produk lain seperti mocaf yang memiliki pasar lebih luas, termasuk untuk mencukupi kebutuhan program MBG (Makan Bergizi Gratis)

Bantuan alat yang diberikan antara lain, mesin parut, drum peniris/pengering dengan konveyer, drum pencuci, goblek ayakan, alat pengering (heat exchanger), serta bak penampung.

Inovasi Produk: Dari Tepung Mocaf Hingga Pakan Ayam

Potensi ekonomi singkong saat ini tidak lagi terbatas pada penjualan umbi mentah. Berikut adalah beberapa manfaat produk olahan singkong yang sedang tren di tahun 2026:

  1. Kuliner & Tepung (Mocaf): Singkong diolah menjadi tepung Modified Cassava Flour (Mocaf) yang bebas gluten dan sehat. Inovasi ini sangat diminati pasar Eropa dan China sebagai bahan dasar kue dan roti.
  2. Kerupuk & Camilan: Produk olahan seperti keripik singkong premium kini menjadi komoditas ekspor unggulan dengan berbagai varian rasa internasional.
  3. Pakan Ayam & Industri: Kabar gembira bagi para peternak, singkong tua atau kategori afkir kini diolah secara inovatif menjadi pakan ayam industri. Proses pengolahan menggunakan mesin parut dan pengering modern membuat singkong afkir memiliki nilai ekonomis tinggi daripada dibuang percuma.

Tantangan Ekspor dan Solusi Logistik

Meski produksi singkong Indonesia sukses mencapai angka belasan juta ton, tantangan utama tetap pada kontrol mutu dan logistik. Strategi peningkatan daya saing dilakukan dengan penggunaan container yang tepat. Produk singkong beku kini wajib menggunakan refrigerated container untuk menjaga kesegaran hingga ke negara tujuan seperti Amerika Serikat.

"Dulu pengolahan masih manual dan tradisional. Sekarang dengan bantuan mesin parut, pengering (heat exchanger), dan bak penampung dari Bapanas, prosesnya lebih higienis dan kualitas produk lebih stabil," ujar Andi, salah satu pelaku UMKM di Bogor.

Ekonomi Rakyat Menuju Swasembada 2026

Dengan adanya dukungan teknologi dan perizinan ekspor yang lebih mudah, singkong diprediksi akan menjadi pilar utama ekonomi kreatif perdesaan. Transformasi singkong dari makanan pokok menjadi bahan baku industri kertas, kosmetik, hingga energi (bioetanol) membuktikan bahwa tanaman ini adalah "emas hijau" Indonesia.

(Amri-untuk Indonesia)