Wednesday, 04 February 2026

Swasembada Beras Indonesia Tekan Harga Pangan Global Hingga 44 Persen

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Karawang - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencapaian swasembada beras Indonesia berhasil menurunkan harga komoditas tersebut hingga 44 persen di pasar global. Pernyataan ini disampaikan saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026).

Dampak Positif di Pasar Internasional

Harga beras dunia turun dari 650 dolar AS per metrik ton menjadi 340 dolar AS per metrik ton berkat Indonesia yang kini tidak lagi mengimpor beras. Menurut Amran, kebijakan ini membuat pasokan beras dari negara eksportir seperti Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan menjadi berlimpah di pasar global. "Inilah hasil karya petani Indonesia di panggung internasional, sehingga karya petani Indonesia dinikmati dunia hari ini. Inilah puncaknya kebahagiaan petani," ujarnya.

Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah

Indonesia mencatat stok beras awal tahun 2026 mencapai 3,25 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah karena sebelumnya tidak pernah melebihi 3 juta ton. Peningkatan produksi signifikan ini hasil kebijakan pro-petani di era Presiden Prabowo yang menekankan kemandirian pangan. "Saat ini tidak ada impor, itu secara otomatis barang melimpah di luar... petani Indonesia berkontribusi pada dunia ini," tambah Amran.

Transisi dari Impor ke Swasembada

Dulu, Indonesia sering impor beras karena produksi padi belum memadai, tetapi kini swasembada tercapai berkat kolaborasi Kementan, TNI-Polri, dan instansi terkait. Kebijakan tegas ini tidak hanya stabilkan harga domestik, tapi juga beri dampak positif secara global. Capaian ini diakui dunia, termasuk FAO yang catat lompatan produksi Indonesia. (Amri-untuk Indonesia)