lognews.co.id, Kulon Progo – Aktivitas belajar sebagian murid di SD Negeri 2 Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan dialihkan ke sekolah terdekat menyusul ancaman longsor yang dinilai membahayakan keselamatan siswa. Keputusan ini diambil setelah sebagian area sekolah mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. (20/1/26)
Kekhawatiran orang tua mencuat seiring kondisi lingkungan sekolah yang dinilai tidak lagi sepenuhnya aman. Pemindahan kegiatan belajar pun disepakati bersama antara pihak sekolah dan wali murid sebagai langkah antisipatif demi keselamatan anak-anak.
Prestiyanti, salah satu orang tua siswa, mengaku cemas melepas anaknya bersekolah di lokasi tersebut. Dua anaknya yang duduk di kelas I dan kelas IV masih tercatat sebagai murid SDN 2 Kokap.
“Ya khawatir, namanya juga anak kecil. Takutnya nengok-nengok ke bawah. Kalau tidak diawasi guru, takutnya terjadi apa-apa,” ujar Prestiyanti saat ditemui di lokasi.
Ia menyatakan setuju dengan rencana pemindahan siswa yang akan mulai diberlakukan pada Rabu (21/1/26). Berdasarkan kesepakatan, siswa kelas I, II, dan III akan dipindahkan ke sekolah dasar terdekat yang berjarak sekitar 200 meter dari SDN 2 Kokap. Sementara itu, siswa kelas IV, V, dan VI masih tetap menjalani kegiatan belajar di sekolah asal.
Guru Kelas VI SDN 2 Kokap, Siti Fajariyah, menjelaskan bahwa pemindahan tersebut bersifat sementara sambil menunggu kondisi lingkungan sekolah benar-benar aman.
“Untuk sementara kelas 1, 2, dan 3 dipindahkan ke sekolah terdekat karena sudah tersedia ruang kelas yang layak dan aman. Orang tua juga tidak merasa keberatan karena jaraknya dekat,” jelasnya.
Pihak sekolah berharap langkah ini dapat menjamin keselamatan peserta didik sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan meski dalam kondisi darurat. (Amri-untuk Indonesia)


