lognews.co.id, Bandung – Realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp296,8 triliun, melampaui target tahunan Rp271 triliun atau sebesar 109,9 persen. Capaian tersebut sekaligus menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. (21/1/26)
Data yang dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, berdasarkan laporan Kementerian Investasi/BKPM, menunjukkan bahwa investasi tahun 2025 menyerap tenaga kerja sebanyak 454.046 orang di 27 kabupaten/kota.
Struktur investasi Jawa Barat juga memperlihatkan keseimbangan antara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). PMDN tercatat sebesar Rp149,8 triliun atau 50,5 persen, sementara PMA mencapai Rp146,9 triliun atau 49,5 persen.
Dari sisi sektor, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp158 triliun. Sektor real estat berada di posisi berikutnya dengan nilai Rp33,2 triliun, disusul sektor informasi dan komunikasi sebesar Rp30,3 triliun.
Namun, dari sisi kewilayahan, investasi masih terkonsentrasi pada sejumlah daerah tertentu. Lima daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat pada 2025 adalah:
- Kabupaten Bekasi sebesar Rp81,8 triliun
- Kabupaten Karawang sebesar Rp70,7 triliun
- Kabupaten Bogor sebesar Rp32,4 triliun
- Kabupaten Subang sebesar Rp18,2 triliun
- Kabupaten Purwakarta sebesar Rp12,4 triliun
Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, menyatakan bahwa sekitar 70 persen investasi Jawa Barat masih terpusat di wilayah tertentu. Kondisi ini menjadi dasar pembahasan kebijakan untuk mendorong pemerataan investasi ke wilayah lain yang memiliki potensi ekonomi berbeda.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan strategi promosi investasi berbasis kewilayahan dan tematik. Kebijakan tersebut diarahkan agar potensi lokal setiap daerah dapat diterjemahkan menjadi proyek investasi yang konkret dan siap ditawarkan kepada investor.
Sementara itu, Kepala Bappeda Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai bahwa potensi investasi Jawa Barat dalam lima tahun ke depan masih sangat besar, terutama pada sektor pangan. Proyeksi jumlah penduduk Jawa Barat pada 2030 yang diperkirakan mencapai 52,69 juta jiwa dinilai akan mendorong peningkatan kebutuhan pangan secara signifikan, termasuk beras, telur, dan daging ayam.
Kondisi tersebut mempertegas posisi Jawa Barat sebagai wilayah strategis bagi investasi industri sekaligus pasar konsumsi yang terus berkembang, meskipun tantangan pemerataan investasi antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah daerah.
(Amri-untuk Indonesia)


