Thursday, 29 January 2026

Seskab: Prabowo–Russell Group Bahas Pendirian Kampus Baru Dan Pertukaran Dosen

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Russell Group, asosiasi yang menaungi 24 universitas riset terkemuka di Inggris, untuk membahas kerja sama pendidikan strategis, termasuk rencana pendirian universitas baru dan program pertukaran dosen. Pertemuan tersebut berlangsung di London, Inggris, pada Selasa (20/1/26).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menyampaikan rencana pendirian 10 universitas baru di Indonesia. Fokus utama pembangunan kampus baru diarahkan pada pendidikan kedokteran serta bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

“Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran dan STEM. Itu nanti akan dibangun di Indonesia,” ujar Teddy saat memberikan keterangan di Bandara London Stansted, Rabu (21/1/26).

Russell Group merupakan asosiasi universitas riset terkemuka di Inggris, yang di antaranya mencakup University of Oxford, University of Cambridge, dan Imperial College London. Pemerintah Indonesia berharap universitas-universitas tersebut dapat terlibat dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri.

Selain pendirian kampus baru, pertemuan tersebut juga membahas peluang peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris serta pembukaan kampus afiliasi universitas Inggris di Indonesia. Salah satu model kerja sama serupa telah berjalan melalui pendirian kampus cabang King’s College London di Singasari, Malang, Jawa Timur.

Teddy juga mengungkapkan bahwa kerja sama pendidikan mencakup rencana pertukaran dosen, termasuk keterlibatan profesor dari universitas Inggris untuk mengajar di perguruan tinggi Indonesia. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas akademik dan daya saing perguruan tinggi nasional di tingkat global.

“Harapannya, peringkat universitas di Indonesia bisa naik di level dunia,” ujar Teddy.

Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Inggris, Presiden Prabowo juga bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, delegasi pengusaha Indonesia–Inggris, serta Wakil Perdana Menteri Inggris di Lancaster House. Presiden juga bertemu Raja Charles III sebelum melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF).

Kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Inggris ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring akademik internasional, serta mempercepat transformasi pendidikan tinggi Indonesia menuju standar global. (Amri-untuk Indonesia)