Thursday, 29 January 2026

Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Resmi Ditutup Setelah Seluruh Korban Dievakuasi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Makassar – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi ditutup pada hari ketujuh pelaksanaan operasi. Penutupan dilakukan setelah seluruh korban yang ditemukan berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi. (24/1/26)

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, Jumat malam. Ia menegaskan bahwa operasi SAR dinyatakan selesai setelah seluruh proses pencarian dan evakuasi yang memungkinkan telah dilakukan.

Dalam operasi hari ketujuh, tim SAR menemukan tujuh body pack yang terdiri dari enam kantong berisi jenazah utuh dan satu kantong berisi potongan tubuh. Seluruhnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sebelumnya, empat body pack telah lebih dahulu diserahkan ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, tiga jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara satu lainnya masih dalam proses identifikasi. Hingga saat ini, total 11 body pack telah diserahkan Basarnas kepada tim DVI, yang mewakili 10 korban kecelakaan.

Syafii menjelaskan bahwa operasi SAR menghadapi tantangan berat, terutama pada hari pertama akibat kondisi cuaca ekstrem. Meski demikian, berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan optimal hingga tahap akhir.

Meski operasi SAR resmi ditutup, Basarnas menegaskan bahwa upaya evakuasi masih dapat dilanjutkan dalam bentuk operasi kesiagaan. Jika di kemudian hari ditemukan bagian tubuh korban atau serpihan pesawat, operasi lanjutan akan kembali dilakukan oleh Kantor Basarnas Makassar.

Selain evakuasi korban, Basarnas juga telah menyerahkan dua unit kotak hitam (black box) pesawat kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk kepentingan investigasi penyebab kecelakaan.

Tim DVI telah mengidentifikasi tiga korban, yakni Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita Binarsit Sianipar yang merupakan pramugari pesawat, serta Deden Maulana, aparatur sipil negara di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT milik maskapai Indonesia Air Transport (AIT) diketahui membawa 10 penumpang dan awak dengan rute Yogyakarta–Makassar. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung pada Senin, 17 Januari 2026. (Amri-untuk Indonesia)