lognews.co.id, Indramayu, - Pemerintah Desa Balareja bersama mahasiswa KKN menggelar kegiatan Sosialisasi Ketahanan Pangan dan Aquaponik pada Senin, 26 Januari, pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari Pemerintah Desa Balareja, BPP Gantar, unsur RT dan RW, serta Gapoktan atau Gabungan Kelompok Tani.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Gantar, Ibu Tiwi, menyampaikan bahwa Balai Penyuluh Pertanian siap menjadi tempat masyarakat untuk mengadu dan mencari solusi di bidang pertanian. Ia menilai program aquaponik sangat tepat untuk diterapkan di desa.
“Kami ini tempatnya mengadu dan mencari solusi. Untuk temanya ini sangat bagus dalam pertanian karena menggabungkan teknik pertanian dan perikanan,” ujar Ibu Tiwi dalam sambutannya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Desa Balareja yang dinilai memiliki keunggulan dibanding desa lain di Kecamatan Gantar.
“Kami mengapresiasi Desa Balareja karena sudah membuat 50 rubuha, dan itu hanya ada di Desa Balareja se-Kecamatan Gantar,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Tiwi turut mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah menghadirkan inovasi aquaponik kepada masyarakat.
“Saya koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Gantar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik KKN, khususnya di Desa Balareja, yang telah menciptakan inovasi teknologi pertanian yang sangat bermanfaat. Semoga inovasi aquaponik ini bisa membantu meningkatkan perekonomian warga,” ucapnya.
Menurutnya, program aquaponik memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan dapat diintegrasikan dalam perencanaan dana desa.
“Kalau program ini berjalan, sepertinya satu rumah satu instalasi aquaponik akan menghasilkan panen yang luar biasa jika dilaksanakan dengan maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Balareja, Anton Wijaya, berharap ilmu yang diberikan oleh mahasiswa KKN dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Hari ini telah selesai salah satu kegiatan mahasiswa yang telah memberi pelajaran kepada kita terkait aquaponik. Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai program tersebut layak untuk dilanjutkan dan didukung oleh pemerintah desa.
“Program seperti ini bisa berjalan berkelanjutan dan bisa dianggarkan melalui dana desa untuk pemberdayaan masyarakat. Kalau dilaksanakan dengan maksimal, hasilnya tentu sangat luar biasa,” kata Anton Wijaya.
Koordinator Desa KKN Balareja, Angga, menjelaskan bahwa aquatani menjadi program unggulan mahasiswa KKN yang diberi nama Aquatani.
“Kami dari KKN Desa Balareja membuat program kerja yang bernama Aquatani. Ini salah satu program kerja yang sangat diunggulkan di Desa Balareja,” jelasnya.
Menurut Angga, Aquaponik dirancang sebagai sistem yang saling menguntungkan antara sektor pertanian dan perikanan, serta dapat melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Yang menguntungkan itu ada di perikanan dan pertanian. Manfaat lainnya, program ini juga bisa membantu ibu-ibu PKK untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat Desa Balareja diharapkan mampu menerapkan sistem aquaponik secara mandiri sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian desa. (Sahil untuk Indonesia)


