Wednesday, 28 January 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia yang diperkirakan terjadi mulai Senin hingga Kamis, 26–29 Januari 2026. BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gelombang tinggi. (26/1/26)

BMKG dalam keterangan tertulis menyatakan bahwa masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tulis BMKG.

BMKG menjelaskan bahwa pola angin di Indonesia saat ini bervariasi berdasarkan wilayah. Di bagian utara Indonesia, angin umumnya bertiup dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan 6 hingga 20 knot. Kondisi ini memicu peningkatan tinggi gelombang laut di berbagai perairan.

Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan, antara lain Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian tengah, Laut Bali, Selat Makassar bagian tengah, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Laut Arafura bagian tengah, Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa bagian barat dan timur, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Seram, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua, serta Laut Arafura bagian timur.

Sementara itu, gelombang sangat tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter diperkirakan berpeluang terjadi di sejumlah perairan lain yang masuk kategori perlu diwaspadai untuk aktivitas pelayaran.

BMKG juga mengingatkan potensi risiko bagi pelayaran dan aktivitas laut. Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang berisiko pada angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, sedangkan kapal ferry berisiko pada angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.

BMKG mengimbau seluruh pihak, khususnya nelayan, operator pelayaran, dan masyarakat pesisir, untuk memantau perkembangan informasi cuaca maritim secara berkala demi keselamatan aktivitas di laut. (Amri-untuk Indonesia)