lognews.co.id,Banjarmasin — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan pengawasan ketat terhadap translokasi tiga beruang madu (Helarctos malayanus), satwa dilindungi yang dipindahkan dari Kalimantan Tengah menuju Jawa Timur sebagai bagian dari program konservasi nasional.
Kepala Karantina Kalsel, Erwin A. M. Dabukke, mengatakan tiga beruang madu milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah ditranslokasikan ke BKSDA Jawa Timur melalui Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
“Tindakan karantina dilakukan untuk memastikan proses pemindahan satwa berjalan sesuai ketentuan serta menjamin kesehatan dan kesejahteraan satwa selama lalu lintas antarwilayah,” ujar Erwin, Selasa.
Ia menjelaskan, translokasi tersebut merupakan bagian dari pengelolaan satwa liar dilindungi di luar kawasan konservasi (eks situ) agar memperoleh perawatan lanjutan serta lingkungan yang lebih sesuai di lokasi tujuan.
Dalam prosesnya, petugas Karantina Kalsel melakukan pemeriksaan menyeluruh, meliputi kesesuaian jenis dan jumlah satwa, kondisi kesehatan, serta kelengkapan dokumen persyaratan.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan beruang madu yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit hewan menular sesuai standar karantina,” tuturnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh beruang madu dalam kondisi sehat dan dokumen administrasi dinyatakan lengkap. Atas dasar itu, Karantina Kalsel menerbitkan Sertifikat Kesehatan Hewan sebagai syarat pengeluaran menuju Jawa Timur.
Erwin menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung upaya perlindungan dan pengawasan satwa liar melalui sinergi dengan BKSDA di berbagai daerah. Pelaksanaan tindakan karantina juga dipastikan selaras dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
“Melalui pengawasan ini, kami memastikan lalu lintas satwa dilindungi berlangsung tertib, aman, dan mendukung keberlanjutan sebagai bagian dari upaya konservasi beruang madu di Indonesia,” katanya. (amri-untuk Indonesia)


